Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ditampar Guru, Siswi MTs di Kulonprogo Jalani Perawatan

Mengaku kena tampar pada kepala bagian belakang, Erlina kemudian merasa pusing.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Ditampar Guru, Siswi MTs di Kulonprogo Jalani Perawatan
TRIBUN JOGJA/YOSEPH HARI
Erlina siswi asal Galur menunjukkan surat dokter dan obat hasil pemeriksaan karena merasa pusing diduga akibat ditampar guru sekolahnya, Jumat (29/1/2016). 

Saat itulah pihak sekolah mengantarnya ke Puskesmas Galur.

Namun dengan pertimbangan siswi tersebut telah merasa pusing dua kali 24 jam, maka dia dirujuk ke RS Senopati Bantul.

"Tidak opname. Tapi saya sempat diberi oksigen saat di RS Senopati," lanjutnya.

Ibunya, Marsih, mengatakan tidak seharusnya guru bersikap kasar seperti itu.

Dia merasa kecewa karena perlakuan guru tersebut terhadap anaknya hingga membuat gadis itu sakit kepala.

Jika memang siswa bersalah, menurutnya, seharusnya guru dapat membina dengan cara lebih bijak, bukan menampar atau bersikap kasar.

"Setelah kejadian itu guru juga sempat datang ke rumah dua kali. Mereka minta maaf ngakunya khilaf. Kami juga memaafkan, tapi semoga ini menjadi pembelajaran," kata Marsih.

Rekomendasi Untuk Anda

Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Galur, Marwati, ketika dikonfirmasi membantah adanya dugaan kekerasan guru terhadap muridnya.

Menurutnya, yang terjadi adalah salah satu guru sekolah itu hanya menggiring atau mendorong agar siswa masuk kelas.

Saat itu, menurutnya, guru yang bersangkutan sedang mengajar matematika di kelas berbeda.

Mendengar keramaian di luar kelas, guru tersebut menegur dan menggunakan dua tangannya mendorong siswa, bukan menampar.

Tangan kiri mengenai kepala siswi, satunya mengenai pundak siswa lainnya.

"Maksudnya hanya menggiring agar siswa masuk kelas. Saat itu kan jam pelajaran," ujar Marwati.

Pagi harinya, ketika siswa tersebut mengaku merasa pusing, pihak sekolah juga mengantarnya ke Puskesmas dan RS Senopati Bantul.

Menurutnya, pihak sekolah juga yang mencarikan mobil transportasi karena siswa itu mengaku takut naik ambulans.

Marwati juga mengatakan siswa itu selama di sekolah memang sudah tiga kali pingsan dan mudah sakit ketika mengikuti upacara maupun di kelas.

"Kami dari sekolah juga sudah menjenguk ke rumahnya. Katanya sudah tidak merasa pusing lagi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas