Tribun

Sebelum Tewas, Vicky Dikeroyok Lalu Dibiarkan Tergeletak di Parkiran

Satu jam berada di tempat karoke milik Charly Van Houten itu, Vicky terlibat percekcokan dengan teman yang janji ketemuan dengannya tersebut.

Penulis: Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Sebelum Tewas, Vicky Dikeroyok Lalu Dibiarkan Tergeletak di Parkiran
IST
Almarhum Vicky Ferdian (28) semasa hidup. Ia meregang nyawa setelah sikeroyok sekelompok orang tak dikenal di depan tempat karaoke. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG  -  Vicky Ferdian (28), warga Jalan ‎Cinta Asih Ujung RT 4/15 menjadi korban pengeroyokan. Vicky pun akhirnya tewas setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Sartika Asih, Minggu (7/2/2016).

Informasi yang dihimpun Tribun, Vicky dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di depan Karoke Charly Van Houten, Bandung Trade Mall, Jalan Cicadas, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/2/2016) dini hari.

Adik Ketua Kaukus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jabar ini mengalami luka di bagian kepala dan sekujur tubuhnya yang akhirnya dinyatakan meninggal pada sore harinya.

"Adik saya itu tadinya mau pulang dari tempat karaoke," kata Tanti Novyanti, kakak korban, melalui sambungan telepon, Minggu (7/2/2016).

Dikatakan Tanti, adiknya datang ke tempat karoke itu seorang diri dengan menggunakan sepeda motor.

Satu jam berada di tempat karoke milik Charly Van Houten itu, Vicky terlibat percekcokan dengan teman yang janji ketemuan dengannya tersebut.

"Temannya itu perempuan bernama Febri. Tiba-tiba adik saya ini dikeroyok sekelompok orang tak dikenal. Dia diseret, dipukuli, dan digeletakan begitu saja di pelataran parkir," ujar Tanti.

Tanti mengatakan, banyak petugas keamanan ketika adiknya menjadi korban pengeroyokan. Namun tak satu pun yang mencoba menolong adiknya tersebut.

Adiknya baru dibawa ke rumah sakit setelah petugas kepolisian datang.

"Kami ingin aparat polisi mengusut kasus ini. Sebab ini seperti direncanakan. Apalagi sepeda motor dan ponsel korban juga raib," ujar Tanti yang mempersoalkan sikap petugas keamanan tersebut.

Menurut Tanti, kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Kiaracondong. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari aparat kepolisian. (*)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas