Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tebu Jadi Lambang Cinta dan Kasih Sayang

Namun yang paling memuaskan bagi Allen adalah momentum berkumpul bersama keluarga, setelah setahun penuh berpisah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Tebu Jadi Lambang Cinta dan Kasih Sayang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga etnis Tionghoa melakukan sembahyang di Wihara Dharma Bhakti (Klenteng Petak Sembilan), Jakarta, Senin (8/2/2016). Warga Tionghoa merayakan tahun baru Imlek 2567 dengan melakukan sembahyang sebagai wujud syukur atas segala rejeki dan mengharapkan kehidupan lebih baik di tahun shio monyet api. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

"Ini juga sudah jadi tradisi keluarga kami," ujarnya.

Soal menu makanan, tak ada yang terlalu istimewa. Hanya beberapa kue keranjang serta makanan berkuah akan disiapkan. Bahkan kata Allen yang khas adalah tebu.

"Tebu itu sudah tradisi juga. Warnanya keemasan, sehingga lekat dengan momentum Imlek. Rasanya manis melambangkan cinta dan kasih sayang. Itu wajib ada. Siapa saja boleh memakannya," ujarnya.

Berdasarkan astrologi Cina, shio yang berlaku di tahun Imlek 2567 ialah monyet dengan unsur api.

Allen sedikit tersenyum lebar.

Shio tersebut melambangkan keberuntungan dan anugrah.

Menurut Allen, monyet identik dengan kecerdasan dan kelincahan.

Rekomendasi Untuk Anda

Maka diprediksikan gejolak ekonomi tahun Imlek ini, akan membaik dibanding tahun kemarin.

Sayap-sayap lapangan usaha yang baru akan terbuka lebar dan terkepak cukup kuat. Tahun monyet api katanya, nyaris tanpa pantangan.

"Insya Allah ekonomi akan menguat lagi, usaha-usaha akan tumbuh lebih bagus dibanding tahun kemarin. Tetapi dengan catatan, harus berusaha, kerja keras dan jangan patah semangat. Hasilnya tentu akan memuaskan. Jangan sekali-kali patah semangat, apalagi ini sudah masuk era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Indonesia jangan sampai kalah," katanya.

Ia pun mengharapkan, di tahun Imlek 2567 ini, diberi nikmat kesehatan, begitu juga bagi masyarakat di Kaltara dan di Bulungan.

"Kalau kita sehat, semua bisa kita usahakan. Itu doa dan harapan yang nomor satu. Kemudian kami doakan daerah kita ini (Kaltara) bisa lebih maju dan masyarakatnya bersatu di tengah pluralisme," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas