Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bengawan Solo Kembali Siaga Banjir, Permukaan Air Terus Naik

Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo sejak semalam mulai merangkak naik.

Bengawan Solo Kembali Siaga Banjir, Permukaan Air Terus Naik
Tribun Jateng
Banjir Bengawan Solo 

TRIBUNNEWS.COM, BOJONEGORO - Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo sejak semalam mulai merangkak naik.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, ketinggian wilayah hulu terus meningkat, Kamis (25/2/2016).

Daerah Dungus Ngawi bahkan sempat masuk siaga merah atau siaga III dan saat ini sudah mulai menurun.

Ketinggian permukaan Sungai Bengawan Solo terpantau sejak Rabu (24/2/2016) sekitar pukul 18.00, di Karangnongko Desa Luwihaji Kecamatan Bojonegoro terus meningkat.

Saat itu, papan duga di Bengawan Solo menunjuk pada angka 27.35 peilschaal (meter di atas permukaan laut) dan titik tertinggi terjadi pada pukul 09.00, ketinggian Karangnongko menyentuh angka 28.06 peilschaal.

Sementara itu, ketinggian air Sungai Bengawan Solo yang terpantau di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) sejak pukul 18.00 di titik 12.65 peilschaal dan pada pukul 24.00 semalam menyentuh angka 13.35 peilschaal atau masuk siaga hijau.

Saat ini, ketinggian air Sungai Bengawan Solo sejak Kamis (25/2/2016) sekitar pukul 09.00 telah masuk di angka 14.10 peilschaal atau masuk siaga kuning atau siaga II.

Perkembangan terakhir ketinggian air pada pukul 16.00 sudah dititik 14.29 peilschaal.

BPBD Bojonegoro memprediksikan kenaikan tertinggi air sungai Bengawan Solo menyentuh angka 14.30 peilschaal pada malam nanti.

“Kami koordinasi terus dengan BPBD dan aparat pemerintah di tingkat kecamatan dan desa yang wilayahnya terdampak banjir agar selalu waspada,” papar Hari Kristianto, Kepala Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kamis (25/2/2016).

Berdasarkan laporan di lapangan, sampai dengan sore ini, beberapa desa yang berada di bantaran Sungai Bengawan Solo ada yang sudah mulai merasakan dampak luapan bengawan.

Antara lain, warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Kapas, desa yang sudah mulai terdampak adalah Desa Bogo Kecamatan Kapas.

Air mulai menggenangi areal persawahan milik warga, yakni setidaknya 21 hektar sawah di Desa Bogo mulai terendam.

Sama seperti saat menyikapi situasi banjir sebelumnya, Bupati Bojonegoro, Suyoto menginstruksikan kepada seluruh camat dan perangkat desa yang berada di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sekaligus mengintensifkan komunikasi dan pemantauan keadaan Sungai Bengawan Solo.

Ikuti kami di
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas