Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Harapan Pedagang Pasar Badung pada Pemkot Denpasar

Gung Suma menyatakan, bahwa ‎kondisi saat ini sudah pernah terjadi pada waktu sebelumnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Ini Harapan Pedagang Pasar Badung pada Pemkot Denpasar
TRIBUN BALI/I MADE ARDIANGGA
AA Suma Widana, perwakilan dan selaku Ketua Koperasi Pasar Kumbasari ditemui usai pertemuan pedagang Pasar Badung, Selasa (1/3/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR  -  AA Suma Widana, perwakilan dan selaku Ketua Koperasi Pasar Kumbasari, menyatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan Pemerintah Kota Denpasar usai kejadian kebakaran Pasar Badung, Senin (29/2/2016) kemarin petang.

Gung Suma menyatakan, bahwa ‎kondisi saat ini sudah pernah terjadi pada waktu sebelumnya. Singkatnya, kebakaran pasar sudah beberapa kali terjadi di Pasar Badung.

Karena itu, dengan melihat adanya kondisi saat ini, relokasi tidak bisa dilakukan di luar kawasan Pasar Badung.

"Saya perwakilan dari pedagang mengapresiasi Pemkot (Wali Kota) yang langsung merespon kejadian. Namun, harapan saya mewakili pedagang, relokasi tetap dilakukan di sini. Tidak di luar kawasan Pasar Badung," ucapnya, Selasa (1/3/2016).

Hal itu didasari kondisi perekonomian yang melemah, serta kondisi ekonomi pedagang yang juga melemah.

kondisi Dalam relokasi nantinya, tempat-tempat bisa untuk diperkecil atau apapun. Dan relokasi harus dilakukan secepat mungkin. Tidak memakan waktu yang panjang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kemudian, jika Wali Kota membantu, maka harus memberikan bunga ringan, yang segera harus direalisasikan. Karena, kami sebagai rakyat sudah sengsara atau morat-marit ekonominya sebelum kebakaran. Apalagi, kondisinya sekarang seperti ini," tegasnya.

Dalam relokasi sendiri, kata dia, memang luasnya tidak mungkin seperti mencotontoh bangunan dalam relokasi. Namun, dengan luas keseluruhan pasar yang mencapai 1 hektare, bisa dimungkinkan untuk memperkecil luas lapak pedagang.

"‎Sempit-sempitan pedagang mau, yang penting bisa dagang di sini. Dan mayoritas pedagang adalah beragama Hindu, kalau di relokasi di luar ini, nanti siapa yang akan merawat Pura?," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas