Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Blitar Berebut Air Sumur Panas, Diyakini Bisa Sembuhkan Berbagai Penyakit

airnya yang panas diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Terutama, penyakit rematik atau linu-linu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Warga Blitar Berebut Air Sumur Panas, Diyakini Bisa Sembuhkan Berbagai Penyakit
Surya/Imam Taufiq
Warga berdatangan, mengambil air sumur di rumah Jamini karena diyakini bisa menyembuhkan penyakit, Rabu (2/3) 

TRIBUNNEWS.COM, BLITAR - Muncul uap panas disertai bau gas dari dalam sumur milik Ny Jamini (56), warga Dusun Demangan, Desa Dermojayan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, justru mengundang daya tarik masyarakat.

Mereka tak hanya penasaran, melainkan ingin mengambil airnya.

Katanya, airnya diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Terutama, penyakit rematik atau linu-linu.

Sebab, airnya terasa panas sehingga kalau dipakai meredam kaki, terasa enak karena hangat.

Seperti Rabu (2/3/2016) siang, puluhan orang berdatangan, dan mengantre, untuk mengambil air sumur tersebut.

Bahkan, mereka tak hanya berasal dari warga desa setempat dan sekitarnya, namun berasal dari berbagai kota.

Di antaranya, Tulungagung, Kediri, Nganjuk, dan Madiun.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau, datang pagi mengantrenya, agak lama. Namun, kalau siang hari begini, agak longgar," tutur Intan (25), warga Desa/Kecamatan Keras, Kediri kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Ia tahu ada sumur yang mengeluarkan uap panas itu setelah diberi tahu temannya.

Katanya, airnya bisa dipakai menyembuhkan rematik atau kesemutan.

"Kata teman saya, penyakit rematiknya sembuh, setelah direndam dengan air sumur ini. Sebab, airnya panas sehingga rasanya hangat," paparnya.

Selain penasaran, kedatangannya siang itu sekalian mengambil air. Sebab, kakinya sering kesemutan dan linu-linu.

"Semoga, rematik saya sembuh setelah kaki saya, saya rendam dengan air ini," ujar Intan, yang mengambil air sebanyak 1 liter lebih.

Begitu juga Anang Widarto (35), warga Desa Beji, Kecamatan Wajak, Tulungagung. Ia mengaku tahu kabar itu setelah membaca koran.

Namun, saat berada di lokasi, dirinya lebih kaget karena banyak orang menenteng botol bekas air minum mineral dan jerigen kecil.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas