Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Punya Uang Beli Beras, Keluarga di Brebes Ini Terpaksa Makan Nasi Aking

Sakhah (52), warga Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah bersama keluarga hidup cukup memprihatinkan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Tak Punya Uang Beli Beras, Keluarga di Brebes Ini Terpaksa Makan Nasi Aking
TRIBUN JATENG/FAJAR EKO NUGROHO
Keluarga Sakhah, potret keluarga miskin di Desa Slatri Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes yang terpaksa mengonsumsi nasi aking dan tinggal di rumah tidak layak huni akibat keterbatasan ekonomi, Sabtu (26/3/2016). 

Mereka mendapatkan nasi aking dengan memanfaatkan sisa nasi keluarga atau membeli dari pedagang yang menjajakan keliling kampung.

Satu kilogram harganya Rp 2.500, lebih mahal dari harga tebus raskin.

Ia mengaku tak mengalami kesakitan saat mengkonsumsi nasi aking. Namun, dia mengaku sangat sedih melihat anak dan ibundanya yang hanya bisa terbaring lemah juga mengkonsumsi nasi yang sebenarnya digunakan sebagai pakan ternak tersebut.

"Bukanya tidak mau membeli beras, tapi memang benar-benar tidak ada uang yang cukup untuk membelinya. Karena harga beras biasa harganya Rp 7.500 per kg. Tapi saya dan keluarga bersyukur yang penting masih bisa makan dengan nasi aking," ungkapnya.

Mengonsumsi nasi aking, kata dia, dapat menghemat pengeluaran karena harganya leih murah ketimbang beras biasa ataupun beras raskin sekalipun.

"Kalau makan nasi aking itu lebih mengenyangkan dari pada nasi biasa. Dan juga kenyangnya juga lebih lama,"ujar dia.(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas