Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

'Kredit Subsidi Perumahan untuk MBR, Jangan Dipersulit'

Verifikasi penting dilakukan guna melihat apakah rumah subsidi ini tidak salah sasaran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Babel diharapkan melakukan verifikasi yang ketat terhadap peruntukkan rumah bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Verifikasi penting dilakukan guna melihat apakah rumah subsidi ini tidak salah sasaran.

Menurut seorang sumber yang terjadi saat ini program subsidi MBR lebih menyasar kelas pekerja yang notabene punya gaji dan penghasilan tetap, sedangkan masyarakat yang bukan karyawan atau pegawai ada yang ditolak oleh bank, kalau pun ada yang di acc membutuhkan proses yang lama.

"Jadi pertanyaannya nawacita pemerintah fokus menyalurkan fasilitas kredit subsidi ini untuk siapa sebenarnya? Kalau untuk PNS, karyawan BUMN atau karyawan swasta bonafit mending janganlah karena salah sasaran, target pemerintah agar masyarakat berpenghasilan rendah punya rumah gak bakal kesampaian," ujar sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Jangan sampai kata dia tujuan mengurangi beban MBR memperoleh rumah malah dimanfaatkan oleh oknum untuk kepentingan sendiri.

"Bank terkadang menjadi penghambat, contohnya ada masyarakat dia pedagang yang penghasilan dan syarat lainya memenuhi untuk dapat fasilitas ini, namun oleh bank ditolak dengan banyak alasan, makanya pengawasan dilakukan pemerintah agar pembeli benar-benar orang yang membutuhkan," tukasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menanggapi permasalahan tersebut Asosiasi Pengembang Perumahan Subsidi Indonesia Babel (APPERSI) menyatakan dukungan dilakukan pengawasan ketat terhadap program khusus MBR di Bangka Belitung.

"Program rumah subsidi memang untuk masyarakat berpenghasilan rendah, sudah seharusnya bank membantu MBR, tidak boleh dikotak-kotakkan dan jangan dipersulit," tegas Ketua APPERSI Babel, Iskandar Lolu.

Jangan sampai terjadi kata Iskandar bank takut menyalurkan sementara fasilitasnya ada.

"Kan kasihan mereka yang pengen punya rumah, ketimbang ngontrak mending beli lah, kan cuma Rp800 ribuan perbulan," tukasnya.

Anggota APPERSI yang juga developer PT Indo Bangka Properti, Richa Hasyim Said mengatakan setuju jika peruntukkan rumah subsidi ini benar-benar untuk MBR.

"Pada prinsipnya kami malah suka banyak yang beli, yang penting memenuhi syarat tadi," ujarnya.(*)

Sumber: Bangka Pos
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas