Menyedihkan, Seratusan Eks Pasien Jiwa yang Sembuh Tak Dijemput Keluarga
Seratusan eks pasien sakit jiwa yang telah dinyatakan sembuh oleh pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh telantar
Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Sugiyarto

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrizal bin Zairi
TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Seratusan eks pasien sakit jiwa yang telah dinyatakan sembuh oleh pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh telantar dan belum dijemput pihak keluarga.
Pihak RSJ Banda Aceh mengakui kesulitan menampung dengan kapasitas ruangan belum memadai dan akan mengambil langkah pemulangan pasien kepada keluarga.
"Setiap pasien yang diantar ke sini, paling lama proses penyembuhan hanya 10 hingga 20 hari, selanjutnya pasien sudah bisa dibawa pulang," kata Kepala Humas RSJ Banda Aceh, Azizurrahman MM, Kamis (7/4/2016).
Tapi, faktanya setelah proses penyembuhan selesai dan dinyatakan bisa ke luar dari ruang emergensi atau ruang akut, kebanyakan pihak keluarga pasien tidak mengunjungi pasien tersebut.
"Ada pasien sudah 6 bulan hingga 1 tahun dinyatakan sembuh tapi tidak dijemput, sedihnya lagi saat kita antar, pihak keluarga malah menolak dan tidak menerima mereka," ujarnya.
Menurut Aziz, saat ini RSJ Banda Aceh menangani 395 pasien sakit jiwa dari berbagai daerah di Aceh. Setiap harinya ada 8 hingga 12 orang pasien masuk ke RSJ.
Untuk mengatasi membludaknya pasien, pihaknya akan melakukan program droping atau pemulangan pasien jiwa ke pihak keluarga jika dalam jangka 6 atau 1 tahun tidak dijemput.
"Dari total pasien yang kita tangani, 80 persen itu sudah sembuh dan layak pulang dan mereka harus kita antar pulang."
"Kalau tidak, harus ada dinas yang menampung mereka ini, sehingga mereka tidak telantar ini," katanya.
Aziz mengakui ada beberapa kasus pasien sudah layak pulang, namun melihat kondisi keluarga yang tidak memungkinkan, pihaknya mengambil sikap pasien untuk membawa ke RSJ kembali, padahal pasien itu sudah layak pulang.
"Adanya tempat penampungan pasca sembuh ini penting, daerah kita akan bebas dari orang sakit jiwa yang berkeliaran. Jika mereka telantar, penyakit mereka akan kambuh lagi," pungkasnya. (*)