Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Wakil La Nyalla Keluar Bui, Ungkap Kenyataan Dugaan Korupsi KADIN Jatim

Diar yang baru saja keluar bui setelah menjalani hukuman sebagai terpidana korupsi dana hibah KADIN Jatim

Wakil La Nyalla Keluar Bui, Ungkap Kenyataan Dugaan Korupsi KADIN Jatim
Super Ball/Feri Setiawan
La Nyalla Mattaliti 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jatim, Diar Kusuma Putra, sekaligus pengelola dana yang diterima KADIN Jatim dari Pemprov Jatim akhirnya buka suara.

Diar yang baru saja keluar bui setelah menjalani hukuman sebagai terpidana korupsi dana hibah KADIN Jatim itu menyatakan, konstruksi hukum yang dibangun Kejaksaan tidak sesuai fakta yang ia alami.

Pernyataan Diar itu terkait dibukanya lagi perkara dana hibah oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim yang menyeret penetapan Ketua Umum KADIN Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai tersangka.

“Apa yang saya baca dan ikuti di media, tentang alur cerita hukum yang dibangun kejaksaan yang menyatakan Pak Nyalla korupsi dana hibah KADIN untuk pembelian saham perdana Bank Jatim tidak sesuai dengan fakta. Karena saya yang menjalani dan mengalami sendiri. Tidak seperti itu faktanya,” tandas Diar, Sabtu (10/4).

Menurutnya, ia yang berinisiatif menggunakan dana hibah KADIN Jatim sebagai talangan sementara membeli IPO Bank Jatim pada Juli 2012.

Ketika itu dana dari pengurus dan anggota KADIN belum terkumpul. Sementara batas akhir penyerahan dana ke Bank Jatim sudah deadline tanggal 6 Juli 2012.

“Itu accident, karena saya berpikir itu hanya talangan sementara yang akan dikembalikan. Apalagi dana itu belum dibutuhkan untuk kegiatan. Yang penting dana itu sudah kembali untuk kegiatan KADIN, lunas pada November 2012 dan tidak ada keuntungan dari pembelian saham itu,” urainya.

Diar menyangkal pernyataan Kejaksaan bahwa dana itu tidak pernah kembali ke KADIN.

Ia merasa, dirinya yang menerima langsung pengembalian itu. “Kan saya yang menerima pengembalian dana itu, kok dikatakan uang tidak kembali ke KADIN? Terkait perkara itu saya juga sudah diperiksa dulu oleh penyidik, dan saya juga sudah diadili oleh pengadilan. Kok sekarang disebut uang itu tidak kembali ke KADIN?” ujar Diar.

Terkait kwitansi dan materai yang tidak sesuai tanggal, diakui Diar sebagai upaya melengkapi kebutuhan administratif saja.

Halaman
123
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas