Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menhan Ingin Ganti Perploncoan Mahasiswa dengan Bela Negara

Ryamizard mengatakan, program bela negara itu jauh dari kekerasan dan militerisme.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Menhan Ingin Ganti Perploncoan Mahasiswa dengan Bela Negara
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kementrian Pertahanan (Kemenhan) berencana mengumpulkan rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia dalam waktu dekat ini.

Hal itu untuk membahas penggantian masa orientasi di tingkat mahasiswa yang akan diisi dengan kegiatan bela negara.

"Programnya bela negara itu untuk ganti perploncoan. Apaan itu plonco-plonco, yang betul bela negara," ujar Menteri Pertahanan Ryzamizard Ryacudu kepada wartawan di Sekolah Calon Perwira (Secapa) AD, Jalan Hegarmenah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (11/4/2016).

Ryamizard mengatakan, program bela negara itu jauh dari kekerasan dan militerisme.

Menurutnya, bela negara itu lebih ke arah pendekatan mahasiswa untuk lebih cinta tanah air mengingat mereka sebagai generasi penerus bangsa.

"Program empat hari mereka mengikuti bela negara di kelas dan tiga hari di lapangan," ujar Ryamizard.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain mengganti kegiatan perploncoan, kata Ryamizard, kegiatan tersebut juga untuk menangkis paham radikalisme dan terorisme yang masuk ke lingkungan kampus.

Tak dimungkiri jika mulai ada mahasiswa yang menggangap kafir kepada orang yang hormat terhadap bendera merah putih.

"Nabi Muhammad saja sangat menghormati bendera agar tetap berdiri tegak ketika perang dan tidak boleh kena tanah. Yang seperti itu (tidak hormat) Islam bahlul," ujar Ryamizard dengan keras. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas