MIT Pecah Jadi Beberapa Kelompok, Jumlah Anggotanya Juga Mulai Berkurang
Jumlah kelompok Santoso pun mulai berkurang setelah beberapa anggotanya turun gunung lantaran kelaparan meminta makan kepada warga sekitar.
Penulis: Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor: Wahid Nurdin
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Posisi kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Santoso semakin terdesak dan terkepung setelah Polri dan TNI menggelar Operasi Tinombala.
Jumlah kelompok Santoso pun mulai berkurang setelah beberapa anggotanya turun gunung lantaran kelaparan meminta makan kepada warga sekitar.
"Tentu kami kepung terus sehingga mereka kesulitan makanan. Indikatornya anggotanya sudah mulai turun. Sampai sekarang jumlah anggotanya diperkirakan sebanyak 27 orang," ujar Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, kepada wartawan di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatra nomor 51, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (18/4/2016).
Dikatakan Badrodin, kelompok Santoso terpecah menjadi tiga sampai empat bagian pada Operasi Tinombala ini.
Namun menurutnya hal tersebut bukan menunjukkan kondisi kelompok Santoso yang mulai melemah.
Pecahnya kelompok tersebut merupakan bagian dari strategi kelompok teroris untuk menghindari pengejaran aparat keamanan.
"Itu strategi taktis mereka, kalau ketangkap tidak langsung selesai," ujar Badrodin seraya menyebut pergerakan kelompok Santoso terus terdesak meski pecah menjadi beberapa bagian. (*)