Tribun

Komisi III DPR: Jaksa Tak Pandai Baca Potensi Konflik di Lapas Kerobokan

Jaksa diminta pandai melihat potensi konflik yang muncul di Lapas Kerobokan, sehingga tak memaksakan menitipkan 11 terdakwa bentrok ormas ke sana.

Penulis: I Made Ardhiangga
Editor: Y Gustaman
Komisi III DPR: Jaksa Tak Pandai Baca Potensi Konflik di Lapas Kerobokan
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Rekonstruksi bentrok antaranggota ormas di Lapas Badung berlangsung di halaman Polres Badung, Bali, Kamis (14/1/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Anggota Komisi III DPR RI, Putu Sudiartana, mendorong Kejaksaan lebih mampu melihat potensi konflik dimasukkannya 11 terdakwa kasus bentrok dua ormas di Jalan Teuku Umar ke Lapas Kerobokan.

Padahal sudah diketahui, pihak Lapas Kerobokan sudah memberikan sinyak supaya terdakwa tidak dipindahkan dari Polresta Denpasar hingga vonis di pengadilan.

"Seharusnya memang dipetakan dulu dan meminta perwakilan Kanwil Kemenkumham supaya berkoordinasi. Kalau seakan tidak berkoordinasi jadinya seperti kemarin malam," ujar pria yang akrab disapa Leong kepada Tribun Bali, Jumat (22/4/2016).

Leong meminta jaksa lebih menyeleksi persoalan administrasi, jika para terdakwa tak mungkin dititipkan di lapas, jaksa bisa menitipkannya sementara di Polres, Polsek atau di lapas lain.

"Sehingga memang tidak akan menciptakan konflik dan kemanan Bali tetap terjaga," tegas dia.

Leong tak memungkiri kelebihan kapasitas menimbulkan bentrok antarnarapidana selama ini sehingga negara harus mencari solusinya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas