Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anggota Polisi di Kuta Bali Tewas Ditusuk Bule Perancis

Nasih pilu menimpa seorang anggota reskrim Polsek Kuta Utara, AA Putu Sudi (39).Putu Sudi tewas tikaman bule Perancis Amokrane Sebet.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR- Nasih pilu menimpa seorang anggota reskrim Polsek Kuta Utara, AA Putu Sudi (39).

Itu dikarenakan, dalam menjalankan tugas Putu Sudi tewas akibat tikaman Amokrane Sebet. 

Dari informasi yang dihimpun, polisi sebenarnya sudah berupaya melakukan penangkapan tanpa adanya perlawanan oleh Amok.

Namun, Amok yang sudah dimediasi malah mengamuk dan menyerang beberapa anggota yang berjaga di luar.

Sejatinya, Amok memang menyerang entah siapapun anggota itu dan tidak menargetkan AA Putu Sudi.

Dan saat itu terjadi penyerangan dan pergumulan antara korban dan pelaku yang akhirnya sama-sama meregang nyawa tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sudah ada peringatan dengan tembakan peluru karet tapi tetap melawan. Dan saat membawa pisau itu diserang anggota. Pokoknya dia menyerang ngawur dengan pisau yang dibawanya," ujar salah seorang anggota yang enggan disebut namanya.

"Korban sendiri anggota Reskrim Polsek Kuta Utara. Meninggalnya karena tikaman senjata tajam, saat dilarikan ke Rumah Sakit (RS)," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto menyatakan bahwa WN Perancis Amokrane Sebet ditembak mati oleh pihaknya menyusul anggotanya yang ditusuk Delapan kali meggunakan pisau oleh Amok.

Anggotanya mendapat beberapa luka tusuk di bagian badan dan satu tusukan mengenai jantung.

"Anggota kami mendapat delapan luka tusuk. Kami sudah memberikan tembakan peringatan, tapi pelaku tetap melawan akhirnya ditembak ditempat," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, bule itu ditembak di bagian kepala dan beberapa bagian tubuhnya.

Disinggung soal kronologis, Sugeng‎ menyatakan, dari awalnya, polisi hendak menggerebek pelaku usai beberapa kali surat peringatan tidak dihiraukan.

Surat pemanggilan itu dikarenakan, banyaknya pengaduan masyarakat. Dan Amok memang cukup meresahkan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas