Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Di Lokasi Terbunuhnya Bule Pembunuh Polisi Bakal Digelar Upacara Pecaruan

Peristiwa penusukan yang dilakukan Amokrane Sebet (49) terhadap anggota Polsek Kuta Utara, Anak Agung Putu Sudi (39) mengotori tanah Canggu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Di Lokasi Terbunuhnya Bule Pembunuh Polisi Bakal Digelar Upacara Pecaruan
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Bendesa Adat Canggu, I Nyoman Sujapa, membeberkan jejak rusuk Amokrane Sabet selama menetap di Canggu, Badung, Bali, Senin (2/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga Ismayana 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - ‎Peristiwa penusukan yang dilakukan Amokrane Sebet (49) terhadap anggota Polsek Kuta Utara, Anak Agung Putu Sudi (39) mengotori tanah Canggu.

Adanya peristiwa pembunuhan tersebut bagi keyakinan masyarakat sekitar membuat kawasannya mengalami cuntaka sehingga perlu dibersihkan lewat upacara adat.

Dalam waktu dekat masyarakat sekitar akan melakukan upacara untuk pembersihan cuntaka atau leteh dari tanah tempat mereka tinggal. Baca juga: Jejak Rusuh Amokrane Sebelum Tewas Tertembak di Canggu

"Akan ada upacara adat untuk menghilangkan cuntaka atau leteh tersebut. Berupa upacara pembersihan atau pecaruan," kata Bendesa Adat Canggu, I Nyoman Sujapa, Senin (2/5/2016).

"Tapi kami akan membicarakan dulu dengan kelian adat‎ di sini dan akan membicarakan dengan masyarakat sekitar juga," imbuh Sujapa di lokasi.

Sujapa menyebut, ‎penangkapan polisi terhadap warga negara Perancis yang pada akhirnya tewas tertimbak di kepala karena menusuk polisi berkat pengaduan masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda

Polisi sudah memberikan peringatan-peringatan tapi diabaikan Amokrane. Sehingga, dalam penggerebekan sekitar pukul 11.00 Wita, polisi menembak mantan pegulat tersebut.

"Ada upaya perlawanan kalau dari informasi warga di sini, bule ini memang terkenal meresahkan," jelas dia.

Selama ini Amokrane sering membuat keributan, ucapannya kasar, dan belum lama membuat bule karena istrinya hendak dipinjam Amokrane.

"Itu informasi yang dikeluhkan warga kepada saya. Dan memang warga di sini sangat resah dengan bule tersebut," kata dia. 

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas