Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
Live
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Zulkipli Laporkan Bandar Karena Jengkel Tak Kunjung Dapat Arisan

Zulkipli mengatakan, peristiwa itu bermula ketika ia dan enam rekannya yang lain mengikuti arisan yang mana Wiwin dijadikan sebagai bandar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Budi Rahmat
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Zulkipli Laporkan Bandar Karena Jengkel Tak Kunjung Dapat Arisan
TRIBUN PEKANBARU/BUDI RAHMAT
Zulkipli saat melapor ke Polresta Palembang 
Memuat video…

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Tak kunjung mendapatkan uang arisan yang telah diikutinya selama tiga bulan, membuat Zulkipli (41), warga Jalan Ki Marogan Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati ini, akhirnya melaporkan sang bandar yang bernama Wiwin (35) ke Polresta Palembang.

Di hadapan petugas, Zulkipli mengatakan, peristiwa itu bermula ketika ia dan enam rekannya yang lain mengikuti arisan yang mana Wiwin dijadikan sebagai bandar.

"Jadi kami itu arisan dengan sistem, setiap hari menyetor uang sebesar Rp 100 ribu, dan setiap 10 hari, setelah masing-masing anggota menyetor uang Rp 1 juta, arisan tersebut dikuncang," ujarnya saat memberi keterangan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Senin (16/5/2016).

Zulkipli menjelaskan, awalnya memang arisan tersebut berjalan lancar. Namun, setelah menjelang akhir-akhir, arisan tersebut tersendat, bahkan hingga lima bulan, setelah arisan tersebut berakhir Zulkipli tak mendapatkan hak yang mestinya diperoleh tersebut.

"Arisan itu berakhir bulan Desember 2015 yang lalu, dan hingga saat ini saya mendapatkan hak saya. Kalau yang lain saya tidak tahu ya, nama saya ini keluar terakhir saat dikuncang," kata pedagang.

Zulkipli menambahkan, sebenarnya ia sudah sabar menunggu haknya tersebut, namun Wiwin selalu berkelit, dan belum bisa membayar arisan tersebut. Atas kejadian itu, membuat Zulkipli harus mengalami kerugian sebesar Rp 7 juta.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saat saya tagih, katanya dia mau bayar arisan itu setelah rumahnya itu laku dijual, tapi setiap orang menanya rumahnya itu selalu tidak jadi, dia tidak seperti tidak menjual rumah itu. Dari sana saya kesal, sehingga melaporkannya ke polisi," keluhnya.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas