Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
Live
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kisah Bupati Batang Jadi Anggota Intelejen Menyamar Pedagang

Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo membeberkan alasannya pensiun diri sebagai anggota TNI AD. Begini kisahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Kisah Bupati Batang Jadi Anggota Intelejen Menyamar Pedagang
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, mengendarai jip willys koleksi pribadinya. 
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Pernah menjadi Danramil termuda di Indonesia bukan alasan kuat bagi Yoyok Riyo Sudibyo untuk terus merintis karier di kesatuannya TNI AD.

Satu alasan mendasar lulusan Akademi Militer pada 1994 ini terungkap ketika Bupati Batang itu memberi kuliah umum di Balairung Universitas PGRI Semarang, Jumat (27/5/2016).

Di awal pemamparan materi ia cukup terperangah ketika hasil kuestioner kecil yang ia buat mayoritas mahasiswa di Balirung memimpikan menjadi pegawai negeri sipil.

Sembari geleng-geleng kepala ia kemudian mendekati seorang mahasiswa dan menanyakan alasan kenapa bercita-cita menjadi PNS.

"Karena kalau menjadi PNS bisa menjamin kesejahteraan dan masa depan," jawab seorang mahasiswa.

"Kamu asalnya mana?" tanya Yoyok.

Rekomendasi Untuk Anda

"Batang, pak!" tegas mahasiswa menjawab.

"Oalah ojo ngisin-ngisini bupatimu," kelakar Yoyok.

Penyuka jip Willys itu kemudian bercerita kenapa akhirnya memutuskan mundur dari kesatuan dan fokus berwirausaha.

"Mulanya saat saya ditugaskan oleh Badan Intelejen Negara menjadi seorang pedagang di Papua, benar-benar pedagang, identitas saya diganti, awalnya hanya toko kecil," terang Yoyok.

Tidak ia sangka aksi menyamar sebagai pedagang tersebut justru membuatnya ketagihan ketika ternyata pendapatannya jauh lebih besar dari seorang anggota TNI.

"Kemudian untuk bisa maju saya tidak bisa menginjakkan dua kaki di kapal berbeda, akhirnya fokus berdagang," beber dia.

"Batang, pak!" jawab mahasiswa tegas.

"Oalahhh ojo ngisin-ngisini bupatimu," kelakar sang pemimpin Batang teresebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas