Setelah Mengaku Utusan Tuhan dan Punya Kitab Suci, Status PNS Sri Hartati Terancam Dicabut
Mengaku sebagai utusan Tuhan berdampak buruk terhadap status PNS Sri Hartati (47), warga Desa Kalilembu, Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.
Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Mengaku sebagai utusan Tuhan berdampak buruk bagi Sri Hartati (47), warga Desa Kalilembu, Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.
Guru SDN Karangdadap ini dipaksa untuk mengundurkan diri karena pernyataannya sebagai utusan Tuhan, salat menghadap timur dan memiliki kitab suci tersendiri.
"Ya tadi ada dari dinas (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, red) meminta saya untuk tanda tangan mengundurkan diri dari PNS," jelas Sri Hartati kepada Tribun Jateng, Sabtu (4/5/2016).
Sri mengaku menggantungkan hidupnya sebagai PNS. "Saya gaji dari dinas saja kurang sebenarnya, anak saya empat. Tapi yang sudah jadi tentara di Ambon," ujar dia.
Dia mengaku sudah tidak mengajar di sekolah itu sejak 2009 atau sudah sampai tujuh tahun lamanya.
Ia mengaku heran desakan untuk mengundurkan diri sebagai PNS itu muncul setelah pengakuannya sebagai utusan Tuhan tersebar luas.
"Saya tujuh tahun tidak mengajar itu memang benar-benar jatuh sakit tidak bisa apa-apa. Saya juga hanya menerima gaji pokok, tidak menerima lainnya," kata wanita berpangkat IIIA tersebut.
Kabar Sri Hartati mengaku menjadi utusan Tuhan sudah tersebar luas di internet juga. Ribuan komentator di Facebook atau netizen mayoritas menghujat dia.
Banyak haters yang menuduh Sri Hartati telah stres, disusupi setan, keblinger, setan berwujud manusia, hantu, aneh, cari sensasi. Ada juga menasihati Sri Hartati agar segera bertaubat.