Duh, Siswa Baru Diwajibkan Nyanyi Lagu Mars Perindo
Namun, ada yang terlihat berbeda di SMAN 21 Makassar, di Tamalanrea, tenggara kota.
Editor:
Rendy Sadikin
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, masih berlanjut hingga akhir pekan ini.
Sesuai instruksi Menteri Pendidikan RI Anies Baswedan, masa PLS bukan lagi masa perpeloncoan, berneda dengan Masa Orientasi Sekolah (MOS) seperti tahun-tahun sebelumnya.
Masa pengenalan lingkungan, cara belajar, dan guru-guru dan program serta aktivitas sekolah bagi siswa baru, tak lagi berbau 'bullying'.
Namun, ada yang terlihat berbeda di SMAN 21 Makassar, di Tamalanrea, tenggara kota.
Memang tak ada lagi pernak-pernik aneh di seragam siswa baru, namun aroma perpeloncoan masih terlihat di sekolah di kompleks perumahan urban terbesar di Makassar itu.
Rabu (20/7/2016), sekitar pukul 13.00 Wita, para siswa berkumpul di ruangan kelas.
Para senior, yang notabene pengurus OSIS, menjadi pemegang kendali PLS hari terakhir.
Sebelum tiba waktunya pulang, salah siswa senior yang mengenakan lengan panjang biru terlihat bersemangat memandu tahapan PLS.
Dengan suara lantang, siswa yang di belakang bajunya ada tulisan 2015, dengan lantang memanggilpara siswa baru dengan sebutan "Bakso", atau "Hi.. kamu Bakso.."
Siapa yang dipanggil "Bakso', hanya si siswa yang berpostur tinggi itu yang tahu.
Rekannya, panitia putri dan putra lainnya, duduk di atas kursi sembari memainkan smartphone-nya.
Tak berhenti hanya memanggil "Bakso", siswa yang menolak panggilan unjuk gigi dihadapan teman-temannya akan dimarahi dan ditunjuk-tunjuki panitia perempuan yang mengenakan batik.
Suasana ruangan kian seru saat si pencetus sapaan "Bakso" menghukum siswa baru laki-laki.
Awalnya hanya satu orang yang dipanggil kedepan.
Dia dipaksa menyanyikan mars Partai Persatuan Indonesia (Perindo), namun dengan sigap panitia si cowok tadi mengajak dan menarik peserta lainnya.