Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lembaran Rupiah Milik Warga Perbatasan Indonesia-Malaysia Tercerai-berai saat Disimpan di Rumah

Bagi masyarakat di Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, menyimpan uang ke bank memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Lembaran Rupiah Milik Warga Perbatasan Indonesia-Malaysia Tercerai-berai saat Disimpan di Rumah
Tribun Pontianak/Nasaruddin
Warga menunjukkan lembaran rupiah yang rusak karena tikus maupun rayap di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Rabu (27/7/2016). Warga di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia ini lebih memilih menyimpan uang di rumah karena jarak menuju bank yang jauh. 

Bank Indonesia perwakilan Kalbar menggelar Kas Keliling di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, perbatasan Indonesia-Malaysia, Rabu (27/7/2016).

Pada kesempatan itu, masyarakat yang mempunyai uang kecil dan lusuh menukarkan dengan uang yang baru.

Humas Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Barat (Kalbar), Sony Ciputra (33) mengatakan, Kas Keliling merupakan bagian dari kebijakan uang bersih.

Bank Indonesia menginginkan di seluruh wilayah Indonesia, uang yang tersedia di masyarakat, bisa mencukupi dan dalam kondisi yang layak edar.

"Perbatasan kita pilih itu karena dua dimensi. Selain tugas kita, juga agar masyarakat bangga menggunakan rupiah. Kalau uangnya bagus kan masyarakat senang," kata Sony, di sela-sela kegiatan.

Sehari sebelumnya, Kas Keliling juga digelar di Kecamatan Galing. Sementara setelah Temajuk, rombongan Bank Indonesia melanjutkan Kas Keliling di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, yang berbatasan dengan Biawak, Malaysia.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas