Kisah Remaja Lumpuh dan Tak Bisa Bicara karena Dihakimi Warga
Tragis. Itulah yang dialami Muhammad Shendy Septian. Remaja berusia 18 tahun ini harus kehilangan masa depannya.
Penulis:
Wakos Reza Gautama
Editor:
Sugiyarto
Fadilah mengatakan, keponakannya itu bersembunyi di depan rumah Rofi, suami Aliyah.
Warga yang mendengar teriaka maling melihat Shendy, yang notabene bukan warga sekitar. Warga pun menghakimi Shendy sampai babak belur.
“Kami pihak keluarga baru tahu Shendy masuk rumah sakit pagi hari ditelepon pak polisi,” ujar Fadilah.
Fadilah bersama para keluarga melihat Shendy di rumah sakit. “Waktu itu kondisinya mengenaskan mas. Sudah tidak berbentuk lagi tubuh keponakan saya,” ucapnya.
Shendy sempat mengalami koma selama beberapa hari. Beruntung nyawa Shendy masih selamat. Namun kondisinya kini sangat memprihatinkan.
Shendy tidak lagi bisa bicara. Sebagian tempurung kepalanya hilang karena operasi.
Shendy lumpuh sehingga harus menggunakan kursi roda. Berasal dari keluarga tak mampu, orangtua harus membiayai pengobatan Shendy.
Ayah Shendy bernama Sulaiman bekerja sebagai buruh lepas. Ibunya Zuraida, hanya ibu rumah tangga.
“Harta kami habis. Kami menjual rumah dan semua perabotannya untuk kesembuhan Shendy,” ujar Zuraida. Zuraida mengatakan, suaminya sampai meninggal dunia setahun lalu karena memikirkan nasib Shendy.
Shendy bersama Zuraida sekarang menetap di rumah nenek Shendy. Shendy tidak mungkin untuk kembali normal.
Harapan keluarga hanya pada proses hukum yang kini sedang berjalan. “Kami berharap pelakunya dihukum seberat-beratnya,” tutur Zuraida.