Cintanya Kandas, Bule Asal Belanda Tabrak Rumah Warga dan BAB di Polsek Kuta Bali
Dalam kondisi emosi, pria yang akrab disapa Robbie ini menyetir mobil dan menabrak sebuah rumah dan merusak sejumlah kendaraan maupun perabotan rumah
Editor:
Wahid Nurdin
Kendati kedua kakinya lumpuh dan tak bisa bergerak, Robbie memiliki keinginan yang tinggi.
Ia pun berusaha melakukan segalanya sendiri demi bisa bertemu langsung dengan Cicie.
Jika saat sendirian tak mampu mengatasinya, ia baru bergegas meminta bantuan kepada seseorang.
Melihat dirinya merasa mampu mengatasi sebagian kebutuhannya, Robbie pun datang ke Bali untuk menemui sang kekasih.
Perjuangan Robbie tak sia-sia.
Pria ini akhirnya bisa bertemu dengan Cicie dan gadis kecilnya.
Ia pun menjadi semangat untuk hidup di Bali selama mungkin.
"Saya sangat suka dan senang dengan dua orang yang saya kenal melalui media sosial. Kita sering video call, kirim surat lewat email, dan juga menjalin hubungan jarak jauh. Dia (Cicie) memiliki anak kecil dan saya senang bisa bercanda bersama anak itu," tuturnya kepada Tribun Bali di Mapolsek Kuta, kemarin.
"Namun sayang," Robbie melanjutkan.
"Setelah kita ketamu, dia merasa kurang nyaman dengan kondisi saya," lirihnya.
Karena terjadi suatu insiden yang tak bisa ia ceritakan, Cicie pun kemudian tak mau lagi bertemu dengannya.
Cinta Robbie ternyata tak berbalas.
Padahal, Robbie sudah menyusun rencana untuk bisa hidup bersama dengan Cicie di Bali.
Dengan kondisi fisik terbatas, ia membawa lima koper yang berisi pakaian dan peralatan elektronik.
Yang mengetuk hati, dua koper di antaranya berisi peralatan kesehatan dan obat yang jumlahnya mencapai ratusan butir dan tablet.
"Ini memang obat-obatan yang saya konsumsi saat mengalami kondisi darurat. Selain itu ada juga alat bantu kencing catheter dan kantong plastik kencing. Bahkan untuk mandi pun saya membutuhkan peralatan tertentu. Ya beginilah saya yang datang ke Bali dengan seluruh persiapan saya untuk hidup bersama Cicie," tuturnya dengan tatapan menerawang.(*)