Jembatan Tayan Senilai Rp 1,028 Triliun Tapi Gelap, Camat Ngaku Sudah Ngadu Bupati
Pertanyaan warga Tayan ini akhirnya menjadi sebuah diskusi serius dalam forum rapat pihak terkait, tentang kepada siapa tanggungjawab ini diberikan.
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Wahid Nurdin
Laporan wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNNEWS.COM, SANGGAU - Kondisi 158 lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jembatan Kapuas Tayan yang tak menyala sejak diresmikan Presiden Jokowi (22/3/2016) lalu, membuat kekecewaan bagi masyarakat sekitar.
Warga juga merasa resah terhadap aksi kejahatan di sepanjang jembatan terpanjang di Pulau Kalimantan tersebut.
Tribun mencoba mengkonfirmasi keresahan warga tersebut kepada Camat Tayan Hilir, Jumat (29/7/2016) sore.
Camat Tayan Hilir, Tony Kulung menuturkan jalan dan Jembatan Kapuas Tayan dengan nilai proyek mencapai Rp 1,028 triliun tersebut memang merupakan proyek dari Pemerintah Pusat.
Hingga kini setelah diresmikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, jembatan ini juga menjadi kebanggan masyarakat Kabupaten Sanggau, khususnya Tayan Hilir.
"Karena juga menjadi destinasi pariwisata. Memang masyarakat juga bertanya-tanya kenapa lampu tidak menyala, ini sudah saya sampaikan kepada Bupati dan forum rapat di Kantor Bappeda beberapa waktu yang lalu, terkait pertanyaan itu," ungkapnya saat ditemui tribunpontianak.co.id di ruang kerjanya, Jumat (29/7/2016) sore.
Lanjut Tony, pertanyaan warga Tayan ini akhirnya menjadi sebuah diskusi serius dalam forum rapat pihak terkait, tentang kepada siapa tanggungjawab ini diberikan.
Saat itu, lanjut Tony, dari Kepala Bappeda Sanggau secara lisan menyampaikan bahwa kalau ini sudah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau, maka akan diambil sejumlah tindakan.
"Apakah kita akan segera menyambung arus listrik ke sana, karena memang instalasi (listriknya) sudah dipasang oleh pihak PU, satu paket dengan jembatan itu, tetapi arus listriknya kan tanggungjawab siapa?," paparnya.
Selaku Camat Tayan Hilir, Tony mengaku tentunya menyerap aspirasi dan pendapat warga masyarakat Tayan Hilir. Sehingga selain secara lisan dibicarakan dalam forum rapat kabupaten beberapa waktu lalu, ia juga telah dua kali menyurati Bupati Sanggau, Paolus Hadi.
"Saya juga sudah menyurati Bupati, sudah dua kali surat kami ke sana. Meminta supaya segera itu dialirkan arus listrik ke sana, supaya melengkapi keindahan jembatan itu, terakhir surat kami tanggal 25 Juli 2016 kemarin," tegasnya.
Dijelaskannya, kewenangannya selaku camat tentunya terbatas. Sehingga untuk permasalahan lampu PJU ini memang bukanlah kewenangan camat.
"Tetapi camat sudah melakukan tugasnya, yaitu menyurati kepada atasan untuk memperhatikan hal tersebut. Apakah itu tanggungjawab kabupaten, karena memang penerangan jalan, biasanya memang tanggungjawab kabupaten, tetapi karena jembatan ini proyek Pemerintah Pusat," jelasnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.