Warga Sulsel Dominasi Jamaah Calon Haji Asal Papua
Para JCH kloter asal Papua tersebut merupakan orang-orang perantau yang didominasi asal Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan.
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Sugiyarto

Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Sebanyak 449 jamaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 6 Embarkasi Makassar telah diberangkatkan ke Madinah, Selasa (16/8) sekitar pukul 00.55 Wita.
Kloter 6 tersebut merupakan JCH asal Provinsi Papua, dan merupakan provinsi pertama Embarkasi Makassar dari luar Sulawesi Selatan yang diberangkatkan ke tanah suci.
Meskipun asal kloter dari Papua, namun tak seorang pun di antaranya yang merupakan warga asli Papua.
Para JCH kloter asal Papua tersebut merupakan orang-orang perantau yang didominasi asal Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Papua, Ahmad Furu yang mendampingi JCH asal Papua saat penerimaan di Asrama Haji Sudiang, Senin (15/8) mengatakan JCH Papua tahun ini didominasi oleh warga Sulawesi.
"Sekitar 60 persen JCH Papua itu asalnya dari Sulawesi Selatan, Saat ini tak ada satupun penduduk asli, ada satu orang itupun petugas pendamping," kata Ahmad.
Ahmad melanjutkan, warga Papua memang kebanyakan adalah pendatang yang telah menetap lama di Bumi Cendrawasih, bahkan hingga berpuluh-puluh tahun.
"Para calon haji ini sebagian besar dari Sulawesi Selatan yang sudah lama tinggal di beberapa daerah di Papua, mereka perantau yang bahkan dari kecil sudah tinggal di sana," terangnya.
Selain orang Sulawesi, JCH lain berasal dari beberapa daerah di Jawa, Sumatera dan Maluku, serta beberapa Provinsi lain.
Banyaknya JCH asal Sulawesi Selatan itu pun membuat beberapa orang JCH asal Papua berangkat terpisah ke asrama haji dengan rombongannya.
"Kami datang beberapa hari yang lalu, karena banyak orang dari sini, jad mereka datang lebih awal, mereka sudah tiba dari kemarin," jelasnya.
Ditanya perihal antrian JCH di Provinsi Papua, Ahmad mengatakan saat ini antrian calon haji di Papua sama dengan daerah lain di Indonesia.
"Antrian haji di Papua itu juga panjang, kalau sekarang itu sekitar 12-13 tahun, itu setelah pengurangan kuota. Sebelum dikurangi sekitar 8-9 tahun," pungkasnya. (*)