Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepala Staf Angkatan Udara Diminta Copot Komandan Lanud Soewondo

Puluhan jurnalis Binjai menggelar aksi keprihatinan atas penganiayaan yang dialami Array A Argus (Jurnalis Tribun Medan) dan Andri Safrin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kepala Staf Angkatan Udara Diminta Copot Komandan Lanud Soewondo
Tribun Medan/Ari Tanjung
Aliansi Jurnalis Kota Binjai menggelar aksi keprihatinan, Selasa (16/8/2016). Aliansi Jurnalis Binjai mendesak agar Kepala Staf Angkatan Udara segera mencopot Komandan Lanud Soewondo Kolonel Arifien. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, M Azhari Tanjung

TRIBUNNEWS.COM, BINJAI - Puluhan jurnalis Binjai yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Binjai menggelar aksi keprihatinan atas penganiayaan yang dialami Array A Argus (Jurnalis Tribun Medan) dan Andri Safrin (Jurnalis MNC Group) oleh personel TNI AU.

Keduanya dianiaya saat meliput bentrokan warga di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Senin (15/8/2016) kemarin.

Aksi keprihatinan yang dilakoni para jurnalis di Kota Binjai digelar tepat di depan Kantor Wali Kota Binjai, Selasa (16/8/2016) pagi.

Para jurnalis melakukan long march lebih dulu sembari membentangkan poster dengan beragam pesan yang memuat keprihatinan nan sarat.

Saat menggelar aksi tersebut, semua peralatan liputan mulai dari kamera, ID card mereka lepas.

Rekomendasi Untuk Anda

Para jurnalis tersebut sangat menyayangkan aksi penganiayaan kedua wartawan tersebut meski keduanya telah menunjukkan identitas mereka.

Mereka menilai penganiayaan yang dilakukan oknum prajurit TNI AU Lanud Suwondo tersebut menunjukkan kebebasan pers sudah dikebiri.

Tugas peliputan sebagai media informasi publik diadang lewat pemukulan dan aksi fisik yang brutal.

Atas kesemena-menaan oknum TNI AU Lanud Soewondo, Aliansi Jurnalis Binjai menuntut Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Agus Supriatna untuk mencoppot Komandan Lanud Soewondo Kolonel Arifien.

Selain itu meminta POM TNI AU bersikap transparan dalam menindak pelaku penganiayaan terhadap wartawan.

Jurnalis Binjai juga meminta agar oknum TNI AU yang melakukan penganiayaan tersebut agar dipecat dengan cara tidak hormat karena telah mencoreng nama TNI AU.

"Ini preseden buruk bagi kebebasan pers. Kami minta kejadian ini jangan terulang kembali karena sudah sering kali terjadi," ucap Zainal Tanjung, Kontributor MNC Kota Binjai.

Selaras itu, Wartawan Tribun Medan di Binjai, Ari Tanjung memohon agar petinggi TNI AU legawa bersikap adil. Ari meminta agar oknum TNI AU atas nama Romel yang melakukan penganiayaan, beserta teman-temannya yang terlibat, dipecat secara tidak hormat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas