Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ermy Kullit Manggung di Ajang Ijen Summer Jazz Musik

Musisi-musisi musik tradisi Banyuwangi juga ditampilkan untuk menguatkan Ijen Summer Jazz bukan hanya sekadar tempelan dalam musik jazz

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Ermy Kullit Manggung di Ajang Ijen Summer Jazz Musik
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
HIBUR PENONTON - Penyanyi lawas Ermy Kullit menghibur penonton pada Jazz Musik Festival di Palembang Sport Convetion Center , Selasa (10/3/2015).TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO 

Laporan Wartawan Surya Haorrahman

TRIBUNNEWS.COM, BANYUWANGI - Setelah menggelar Banyuwangi Ijen Summer Jazz yang pertama pada 30 Juli lalu, Jiwa Jawa Resort kembali menggelar untuk kedua kalinya, Sabtu (10/9/2016).

Bertempat di Jiwa Jawa Resort Banyuwangi, yang letaknya di Lereng Gunung Ijen, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi kali ini artis yang hadir merupakan musisi kawakan Kua Etnika dan Ermy Kullit.

Tidak hanya mereka, musisi-musisi musik tradisi Banyuwangi juga ditampilkan.

Ini menguatkan upaya, Ijen Summer Jazz bukan hanya sekadar tempelan dalam musik jazz.

Selama ini, ketika mengelar konser musik, sering musik-musik tradisi ditampilkan hanya sekadar untuk sekadar tambahan mengisi acara.

Namun menurut penyelenggara, Sigit Pramono, di Ijen Summer Jazz, musik tradisi yang ditampilkan di sini, bukan sekadar tempelan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Selama ini seakan ada sekat antara musik tradisi dan modern. Dengan Jazz, menipiskan bahkan meniadakan sekat itu," kata Sigit.

Jazz merupakan genre musik yang merdeka. Karena munculnya jazz sendiri, merupakan upaya musisi untuk memerdekakan dirinya sehingga sangat mudah memadukan jenis-jenis musik, termasuk musik modern dan tradisi.

Itulah sebabnya, di Ijen Summer Jazz yang kedua ini, ditampilkan Kua Etnika, garapan Djaduk Ferianto yang terkenal luas dengan mengolah musik etnik, dengan sentuhan modern tanpa kehilangan spirit tradisi.

Bahkan musik tradisi Banyuwangi ditampilkan sebagai pembuka, dan dilanjutkan berkolaborasi dengan Kua Etnika.

Musik-musik tradisional seperti rebana, angklung dan gendang Banyuwangi berpadu apik.

"Dengan jazz bisa mudah berkolaborasi," kata Sigit.

Dengan format penataan panggung terbuka dan kecil, membuat seniman dan penonton bisa berinteraksi lebih akrab.

Penonton pun bisa lebih fokus menikmati musik tanpa sekat antara modern dan tradisi.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas