Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Yuk Ditiru Caranya, Bocah Ajaib dari Bali Ini Ungkap Rahasia Mahir 23 Bahasa

Bocah ini dipuji lantaran memiliki kemampuan yang jarang dimiliki sebagian orang yakni menguasai puluhan bahasa asing.

Editor: Robertus Rimawan
zoom-in Yuk Ditiru Caranya, Bocah Ajaib dari Bali Ini Ungkap Rahasia Mahir 23 Bahasa
TRIBUN BALI/ SAIFUL ROHIM
Ni Putu Rista (10) bocah perempuan kelas IV SD menguasai 23 bahasa dengan cara otodidak. 

TRIBUNNEWS.COM, AMLAPURA – Bocah ajaib, Ni Putu Rista (10) mendadak populer. Bocah perempuan asal Banjar Kidulung Kreteg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang kini jadi topik pembicaraan di Besakih, dan media sosial (medsos).

Ia pun kini dipuji lantaran memiliki kemampuan yang jarang dimiliki sebagian orang yakni menguasai puluhan bahasa asing.

Ditemui Tribun Bali di Pura Besakih, Sabtu (10/9/2016 ) lalu, Rista tampak malu namun ia juga tak pelit untuk berbagi rahasia bagaimana ia bisa dengan cepat dan mudah menguasai puluhan bahasa tersebut.

Rista merupakan bocah penjual post card (kartu pos) di Besakih, ia tenar lantaran bisa 21 bahasa asing.

Tak hanya terkenal di lingkup Nasional, sebagian wisatawan luar pun heran akan kemampuan Rista, bocah yang kini duduk dibangku kelas IV SD.

Anak yang tinggal di bawah kaki Gunung Agung cukup lincah bertutur dengan bahasa asing.

Wisatawan yang ditawari post card pun heran dengan kemampuannya saat menawarkan kartu post tersebut.

Berita Rekomendasi

Daya tarik Rista saat jualan, ia mengunakan bahasa sesuai asal Negara sang wisatawan.

Dan itu dilakukan setiap hari secara terus menerus.

Rista mengaku mengerti Bahasa Belanda, Denmark, Hongaria, Polandia, Slovakia, Luxemburg, Inggris, Jepang, Macedonia, Norwegia, Spanyol, Jerman, Portugal, Prancis, Italia, Rusia, Thailand, Korea, Rumania, Slovenia, dan Ceko.”Tambah Bahasa Bali dan Indonesia, jadinya 23,”jelas Rista.

Dari 21 bahasa yang dimengerti, empat bahasa sudah dikuasainya. Yakni Bahasa Prancis, Jerman, Belanda, dan Inggris.

Setiap hari, katanya, empat bahasa digunakan untuk menawarkanpost card ke wisatawan.

Pengunjung yang datang ke Besakih kebanyakan dari Perancis, Belanda, Inggris, dan Jerman.

Untuk sisanya, akui Rista, belum dikuasai sekali alias belum lihai mengucapkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas