Penyerangan TNI AU di Sari Rejo Meninggalkan Trauma di Masyarakat
Penyerangan, pengerusakan dan penganiayaan yang dilakukan oknum Paskhas TNI AU Lanud Soewondo terhadap masyarakat dan jurnalis membuat trauma
Penulis: Array Anarcho
Editor: Sugiyarto
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Array A Argus
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Penyerangan, pengerusakan dan penganiayaan yang dilakukan oknum Paskhas TNI AU Lanud Soewondo terhadap masyarakat dan jurnalis di Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia meninggalkan trauma mendalam di tengah masyarakat.
Meski sudah satu bulan berlalu, banyak masyarakat yang takut datang ke masjid.
"Dalam penyerangan kemarin, ada dua masjid yang mengalami penistaan agama. Kedua masjid itu yakni Al Hasanah dan Silaturhim," ungkap Affan Lubis, Tim Advokasi warga Sari Rejo dari Aliansi Ormas Islam, Senin (26/9/2016) sore.
Menurut Affan, ketika penyerangan terjadi, banyak anak-anak yang menyaksikan keberingasan oknum TNI AU. Sampai saat ini, anak-anak di seputaran masjid takut melaksanakan salat karena kasus kemarin.
"Kasus kemarin itu juga menimbulkan dampak sosial. Salah satu diantaranya membuat trauma anak-anak di sekitar masjid. Sampai saat ini, banyak anak-anak yang tidak mau ke masjid karena takut," ungkap Affan.
Ia mengatakan, persoalan traumatik warga juga harusnya menjadi perhatian semua pihak. Dalam hal ini, kata Affan, harus ada pemulihan di tengah masyarakat.
"Kalau hal-hal seperti ini dibiarkan, tentu dampaknya akan sangat mengkhawatirkan. Traumatik warga itu harus dipulihkan," ungkap Affan.
Ketika melakukan penyerangan ke Masjid Al Hasanah, oknum Paskhas TNI AU Lanud Soewondo bahkan menghancurkan kotak infaq yang ada di pinggir jalan.
Yang paling miris, ada sejumlah oknum TNI AU yang diduga mencuri uang kotak infaq tersebut.
Sayangnya, dalam siaran pers investigasi Mabes TNI AU, tidak disebutkan adanya aksi tersebut.
Bahkan, nama-nama pelaku pengerusakan juga tidak dijelaskan sehingga mengundang kecurigaan bahwa penyelidikan Mabes TNI AU berpihak pada oknum dan pelaku penyerangan.(ray/tribun-medan.com)