Bangku Sekolah dari APBD Sudah Rusak, Padahal Anggarannya Mencapai Rp 1 Juta Per Set
Abdus Shomad seusai melakukan peninjauan mengatakan, fakta di lapangan setelah dilakukan pengukuran dan pengecekan hasilnya tidak sesuai
Editor: Wahid Nurdin

Laporan wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman
TRIBUNNEWS.COM JAMBI - Anggota DPRD Kota Jambi mempertanyakan hasil bantuan bangku dari APBD yang menurut mereka tidak sebagaimana mestinya.
Ini setelah mereka melihat langsung bentuk bantuan tersebut. Hasil pantauan langsung anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi di SD 119 Kecamatan Jambi Timur, Selasa (27/9/2016), dimana sebanyak 200 bangku bantuan dari APBD beberapa diantaranya terlihat mengecewakan.
Padahal bantuan dari APBD tersebut nilainya fantastis, nyaris menyentuh harga Rp 1 juta satu set.
Pantuan Tribun di lapangan, bangku dibuat menggunakan triplek dan dilapisi rangka besi pada bagian kaki kaki meja dan kursi membuat bangku tersebut terlihat mewah.

Petugas sedang mengecek bangku siswa di SD 119 Kecamatan Jambi Timur bantuan dari APBD yang telah mengelupas, Selasa (27/9/2016). Anggaran bangku ini dipertanyakan mengingat angkanya terbilang besar yakni Rp 1 Juta per set.
Meski demikian, sejak dikeluarkan di tahun ini kondisi beberapa bangku terlihat mulai mengelupas dan rusak, sehingga menimbulkan pertanyaan akan kualitas dengan harga yang telah dikeluarkan.
Anggota Komisi IV Abdus Shomad seusai melakukan peninjauan mengatakan, fakta di lapangan setelah dilakukan pengukuran dan pengecekan hasilnya tidak sesuai.
"Dengan harga Rp 900 ribuan, dengan hasil yang kita ukur terlalu besar harga segitu," ujarnya.
Dia bahkan mengatakan akan membuat bangku serupa dengan bahan yang sama dan ukuran yang dimiliki dan membandingkannya dengan bantuan yang diberikan.
"Saya akan bikin satu unit, pasti lebih bagus punya saya kok," ujarnya.(*)