Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pilih Dimas Kanjeng, Marwah Daud Mengaku Simpan Banyak Rahasia

Alih-alih menerima ajakan tersebut Marwah malah membuat keputusan mengejutkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pilih Dimas Kanjeng, Marwah Daud Mengaku Simpan Banyak Rahasia
Repro/Kompas TV
Mantan anggota DPR RI, Marwah Daud Ibrahim (tengah) terlihat di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Probolinggo, Jawa Timur, saat penangkapan Dimas Kanjeng oleh Polda Jawa Timur, Kamis (22/9/2016) lalu. 

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Najamuddin Ramly.

"Marwah Daud Ibrahim mengundurkan diri per 3 Oktober meski secara tertulis lewat pesan elektronik WhatsApp kami terima tanggal 4 Oktober. Nanti menyusul surat resmi," kata Najamuddin di Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Kabar mundurnya Marwah yang menjabat Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga MUI membuat kaget sejumlah pihak, termasuk rekan politikus.

Salah satunya Anggota DPR RI Akbar Faizal yang meminta Marwah Daud untuk 'pulang'.

Ucapan itu dilontarkan Akbar Faisal lewat akun jejaring sosial Twitter, @akbarfaizal68.

"Baru saja dpt info klu Kak Marwah Daud Ibrahim siang ini mengundurkan diri dr MUI. Kakanda, pulanglah ke kami sehabatmu semua. Duuh kakakku!," cuit akun @akbarfaizal68.

Tak cukup sekali, Akbar pun meminta Marwah 'pulang' di cuitan ke-2.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kak Marwah Daud Ibrahim, pulanglah kpd kami yg mencintaimu... pulanglah Kak," kicau ajun @akbarfaizal.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Najamuddin Ramly mengonfirmasi bahwa Marwah Daud Ibrahim telah mengundurkan diri dari kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pengunduran diri itu karena Marwah lebih memilih untuk membela Padepokan Dimas Kanjeng yang dipimpin Taat Pribadi.

Di MUI, Marwah Daud menjabat Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga.

"Marwah Daud Ibrahim mengundurkan diri per 3 Oktober meski secara tertulis lewat pesan elektronik WhatsApp kami terima tanggal 4 Oktober. Nanti menyusul surat resmi," kata Najamuddin di Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Menurut dia, dengan pengunduran diri itu berarti MUI sudah tidak memiliki hubungan secara kelembagaan dengan Marwah.

Dia mengatakan tindakan dan keyakinan Marwah untuk tetap membela Padepokan Dimas Kanjeng itu bersifat pribadi.

Najamuddin mengatakan pihaknya akan segera mengeluarkan fatwa setelah menerima hasil investigasi dari MUI Jawa Timur.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas