Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengejutkan! Ini Dia Ajaran dan Pantangan di Padepokan Dimas Kanjeng

''Kalau itu dilanggar, yang mulia bisa mengeluarkan pengikutnya secara sepihak. Semua kesepakatan atau perjanjian sebelumnya dihapus sepihak,''

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Mengejutkan! Ini Dia Ajaran dan Pantangan di Padepokan Dimas Kanjeng
Surya/Galih Lintartika
Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. SURYA/GALIH LINTARTIKA 

TRIBUNNEWS.COM, PROBOLINGGO - Apa sebenarnya yang diajarkan di dalam Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo mulai terkuak.

Versi para pengikut yang masih bertahan di padepokan menyebut ada lima ajaran yang tidak boleh dilakukan atau bahkan sampai dilanggar oleh pengikut padepokan.

Kelima hal itu adalah tidak diperkenankan zina, murtad, mabuk, judi, selingkuh dengan wanita lainnya.

Kelima itu harus ditaati dan dipatuhi bagi pengikut yang hendak bergabung dengan padepokan.

"Kalau itu dilanggar, yang mulia bisa mengeluarkan pengikutnya secara sepihak. Semua kesepakatan atau perjanjian sebelumnya dihapus sepihak," kata penasehat padepokan, Taufik.

Taufik menjelaskan, sebelum menjadi pengikut padepokan, yang bersangkutan mengisi blanko dan membayar biaya pendaftaran.

Biaya pendaftaran ini bervariasi, ada empat kelas yakni kelas pengikut biasa, kabupaten, provinsi dan sultan agung.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau saya ambil yang biasa, biayanya hanya Rp 1,3 juta. Kalau lainnya saya kurang paham," ungkapnya.

Setelah itu, kata dia, bagi yang sudah mendaftar diperkenankan untuk tinggal di tenda yang sudah disiapkan.

Biasanya masing - masing tenda ini sudah dikelompokkan.

Artinya, pengikut asal Makassar berkumpul dengan Makassar, Pasuruan juga Pasuruan.

"Tujuannya untuk mempermudah yayasan menghafal masing - masing para pengikut, jadi lebih enak dikelompokkan," katanya.

Menurutnya, aktivitas sehari-hari hanya diisi dengan ibadah.

Mulai pagi, sampai malam, pengikut diajak untuk salat lima waktu berjamaah. Selepas magrib, biasanya melakukan istighosah bersama.

"Saya rasa tidak ada yang menyimpang dari ajaran agama yang ada. Semuanya sesuai dengan aturan yang ada," katanya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas