Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Kembang Desa Jadi Dalang Aksi Pencurian, Kisahnya Mengejutkan Banyak Orang

Sosok Holif yang lebih menarik dibanding gadis di desanya membuatnya menjadi incaran banyak laki-laki.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Kisah Kembang Desa Jadi Dalang Aksi Pencurian, Kisahnya Mengejutkan Banyak Orang
surya/ist
Holifah Janah, terdakwa pencurian dengan kekerasan di Dusun Pucuan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Jember. 

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Holifah Janah alias Holif (23), perempuan asal Dusun Krajan, Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, Jember terancam menghabiskan waktu di bui untuk waktu relatif lama.

Ia disebut-sebut terlibat aksi pencurian dengan kekerasan (curat) pada akhir Juli 2016. Bahkan ia disebut sebagai otak kejahatan itu.

Pascapenangkapan Holif, wartawan Surya (Tribunnews.com network) mencoba menyambangi kediaman Holif di Desa Klatakan.

Desa ini berada sekitar 30 Km di sebelah barat Kota Jember, sehingga untuk menemukan kediaman Holif ini pun relatif mudah.

Sebab, lokasinya berada tepat di tepi jalan lintas provinsi yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Lumajang.

Pada kunjungan pekan lalu, Surya mendapat sambutan hangat dari Halimatus Sa'diyah.

Halimah, begitu perempuan ini dipanggil, memperkenalkan diri sebagai kakak kandung Holif.

Rekomendasi Untuk Anda

Di rumah ini, selain bersama Halimah, Holif juga tinggal bersama ibunya, Morati.

Ayah Holif dan Halimah, Yahmin, merantau ke Surabaya sejak tahun 80-an.

Sedangkan suami Halimah mencari nafkah di Malaysia. Praktis, satu-satunya laki-laki di keluarga ini adalah Cello yang masih berusia 4 tahun.

Berdasarkan penjelasan Halimah, Cello adalah putra sulung Holif. Namun, karena sejak kecil hidup bersama Halimah, justru Halimah lah yang dipanggil mama oleh Cello.

"Kalau manggil Holif biasanya Oik", cerita Halimah.

Cello adalah putra Holif dari pernikahan sirinya dengan Marihan, yang dilangsungkan sekitar empat tahun lalu, ketika Holif baru berusia sekitar 19 tahun.

Alasan pernikahan siri ini pun menarik yakni,  terpaksa harus menikah siri karena yang pria ternyata sudah mempunyai istri dan dua orang anak.

Pascapernikahan itu, baik Holif maupun suaminya bekerja di kecamatan lain sebagai nelayan.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas