Dua Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Bentrokan Antar OKP
Bentrokan dua kubu organisasi kemasyarakatan pemuda di Jl Bulan, Medan Kota saat ini tengah ditangani Unit Reserse Kriminal Polsekta Medan Kota.
Penulis: Array Anarcho
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Bentrokan dua kubu organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Jl Bulan, Medan Kota saat ini tengah ditangani Unit Reserse Kriminal Polsekta Medan Kota.
Dalam kasus ini, dua anggota OKP ditetapkan sebagai tersangka.
"Adapun kedua orang yang ditetapkan sebagai tersangka dari kubu Pemuda Pancasila (PP). Mereka kami tetapkan sebagai tersangka karena memiliki senjata tajam (samurai)," ungkap Kanit Reskrim Polsekta Medan Kota, AKP Martualesi Sitepu, Senin (17/10/2016).
Kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951. Keduanya terancam hukuman 12 tahun penjara.
"Dari keterangan para saksi, persoalan bentrokan ini bermula saat saksi Tomson Samosir yang menjaga parkir didatangi massa PP. Saksi diancam dan diminta tidak mengutip uang parkir lagi," ungkap Martualesi.
Karena merasa terancam, saksi kemudian melapor kepada anggota Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Dari situlah kemudian bentrokan muncul.
"Saksi awalnya membuat laporan ke Polrestabes Medan. Namun, kasus ini sudah kami tangani," ungkap Martualesi. (ray/tribun-medan.com)