Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perayaan Ulang Tahun Berujung Tewasnya Yohanes Jeraman

Yohanes asal NTT tewas ditikam pelaku bernama Wili Brodus Rambi (21) menggunakan pisau bayonet, Minggu (23/10/2016) pukul 03.00 Wita.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Perayaan Ulang Tahun Berujung Tewasnya Yohanes Jeraman
Tribun Bali/I Gusti Agung Bagus Angga Putra
Tim Identifikasi Polresta Denpasar melakukan identifikasi dalam kasus penusukan Yohanes di Lapangan Puputan Badung, Minggu (23/10/2016). Inset foto korban semasa hidup. TRIBUN BALI.I GUSTI AGUNG BAGUS ANGGA PUTRA 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Ajang kumpul-kumpul merayakan ulang tahun Yohanes Jeraman (22) di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali berakhir tragis.

Yohanes asal NTT tewas ditikam pelaku bernama Wili Brodus Rambi (21) menggunakan pisau bayonet, Minggu (23/10/2016) pukul 03.00 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan, menerangkan, Wili berangkat dari rumah kosnya Jalan Imam Bondjol Gang Ratna Sari menuju Lapangan Puputan untuk berkumpul bersama rekan-rekannya sesama perantau di Bali.

Acara kumpul-kumpul diisi dengan bernyanyi dan di bawah tiang bendera.

Sesampainya di Lapangan Puputan, rekan-rekan Wili sudah berada di sana. Wili pun bergabung bersama mereka.

Berselang 30 menit kemudian, tiba-tiba Yohanes Jeraman melempar botol air mineral ke arah Wili.

Tak terima dilempar, Wili kemudian menghampiri Yohanes.

Rekomendasi Untuk Anda

Perkelahian tak terelakkan setelah keduanya terlibat adu mulut.

Dalam perkelahian tersebut, Yohanes dikeroyok oleh teman-teman Wili.

"Tersangka kemudian berlari ke arah areal parkiran sepeda motor dan mengambil senjata tajam miliknya. Korban langsung ditikam menggunakan sajam (senjata tajam) sebanyak satu kali di bagian punggung. Setelahnya, tersangka kabur meninggalkan korban dalam keadaan terkapar," kata Kompol Reinhard.

Mendapati Yohanes terkapar, rekan-rekannya langsung membawa Yohanes ke IGD RSUP Sanglah Denpasar.

Namun karena mengalami perdarahan hebat, nyawa Yohanes tak dapat diselamatkan.

Tim Identifikasi dari Polresta Denpasar dan anggota buru sergap (buser) Polsek Denpasar Barat kemudian dikerahkan untuk mengejar pelaku.

"Kasus ini sekarang ditangani Polsek Denpasar Barat. Dari Polresta akan back-up," kata Reinhard.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Julkipli Ritonga mengatakan, setelah korban terkapar akibat ditusuk pelaku, rekan korban melihat di TKP masih ada teman pelaku.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas