Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Misterius, 5 Pengikut Dimas Kanjeng Punya Ciri-ciri yang Sama Saat Ditemukan Tewas

Anehnya, kondisi tubuh kelima orang tersebut memiliki ciri-ciri yang sama saat ditemukan meninggal, yakni...

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Misterius, 5 Pengikut Dimas Kanjeng Punya Ciri-ciri yang Sama Saat Ditemukan Tewas
Capture Youtube
Hampir sebulan lebih kasus terkuaknya penipuan dan pembunuhan oleh Dimas Kanjeng, namun hingga kini aparat kepolisian belum dapat menemukan jelas harta dan uang palsu yang disebut-sebut disimpan dalam bunker. 

Aswar dan kerabat lainnya mendampingi J ketika mengadu ke Mapolres Probolinggo.

“Saya yang memandikan I sebelum dimakamkan. Betul, kukunya hitam dan ada pentil terpasang di alat kemaluannya. Saya kira ini aneh,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, bekas juru masak Padepokan Dimas Kanjeng berinisal J, warga dari salah satu kabupaten di Jawa Timur mengadu ke polisi lantaran suaminya meninggal tak wajar di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Dari anak pendiam, menjadi 'Raja Probolinggo'

Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Pengasuh Padepokan di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, menjadi tenar belakangan ini.

Pria berusia 40 tahun itu ditangkap polisi lantaran terlibat kasus pembunuhan dan penipuan.

Seperti apa sosok Dimas Kanjeng?

Rekomendasi Untuk Anda

Dimas Kanjeng nama aslinya adalah Taat Pribadi.

dia lahir tanggal 4 April 1970 di Probolinggo dari pasangan Mustain dan Angatri.

Kanjeng anak ke-5 dari 6 bersaudara.

Saat kecil Dimas Kanjeng tinggal di Desa Wangkal, Kecamatan Gading.

Menurut teman kecil Dimas Kanjeng bernisial W, orangtua Dimas Kanjeng bernama Mustain dan Angatri.

Mustain adalah seorang polis dan jabatan terakhirnya adalah Kapolsek Gading Kabupaten Probolinggo.

Kedua orangtua Dimas Kanjeng sudah meninggal.

“Mustain dan Angatri memiliki enam anak, Dimas Kanjeng anak kelima. Saudara Kanjeng yang tinggal di Probolinggo hanya Taufik Hakiki, pekerjaannya guru. Sedangkan empat saudara lainnya berdomisili di Jember,” kata W, Jumat (28/10/2016).

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas