Keamanan dan Keselamatan Bandara Banyuwangi Terbaik Se-Indonesia
Audit ini dilakukan pada 185 unit penyelenggara bandar udara (UPBU) di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan se-Indonesia
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Surya Haorrahman
TRIBUNNEWS.COM, BANYUWANGI - Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi dinilai sebagai bandara terbaik di Indonesia dalam hal safety and security (keamanan dan keselamatan).
Penilaian diberikan Kementerian Perhubungan karena Bandara Blimbingsari meraih poin tertinggi dalam enam aspek pengamanan bandara.
Penilaian dilakukan terhadap semua bandara yang berada di bawah pengelolaan Kemenhub.
Kepala Bandara Blimbingsari Dodi Dharma Cahaya mengatakan, pada Oktober lalu, Bandara Blimbingsari mengikuti penilaian audit safety and security yang dilakukan oleh Direktorat Keamanan Penerbangan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Audit ini dilakukan pada 185 unit penyelenggara bandar udara (UPBU) di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan se-Indonesia.
“Kami bersyukur meskipun Bandara Blimbingsari Banyuwangi tergolong baru dan masih dalam tahap pengembangan, tetap bisa mendapatkan penilaian tertinggi sehingga menjadi yang terbaik dalam hal safety and security di antara semua bandara lainnya,” kata Dodi, Rabu (9/11/2016).
Bandara Blimbingsari meraih poin sebesar 78 persen.
Nilai itu didapatkan dari evaluasi terhadap enam critical element (CE) yang meliputi berbagai aspek di bandara.
Mulai dari pengamanan bandara, standar operasi prosedur yang diterapkan, hingga kualifikasi petugas bandara.
"Semua aspek keamanan dan pengamanan bandara dinilai secara detail pada penilaiain ini,” kata Dodi.
Unsur EC yang pertama adalah Airport Security Programme (ASP).
ASP merupakan program pengamanan bandar udara yang harus dibuat dan dimiliki oleh setiap penyelenggara angkutan udara.
“ASP ini berkaitan dengan prosedur bagaimana rencana kerja pengelolaan bandar udara yang mencakup semua lini. Meliputi prosedur pengoperasian pesawat udara, personil pesawat udara, fasilitas peralatan pesawat udara, dan airline emergency plan. ” kata Dodi.
Kedua, manajemen pembagian kewenangan dan tanggung jawab keamanan yakni pembagian titik titik petugas di seluruh bandara.
Baca tanpa iklan