Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usai Buang Mayat Mutilasi Anggota DPRD, Brigadir Medi Dua Kali Bertemu Tarmidi

Brigadir Medi Andika, memberikan kesaksian pada persidangan kasus pembuangan mayat mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung dengan terdakwa Tarmidi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Usai Buang Mayat Mutilasi Anggota DPRD, Brigadir Medi Dua Kali Bertemu Tarmidi
Tribun Lampung

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Brigadir Medi Andika, memberikan kesaksian pada persidangan kasus pembuangan mayat mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor dengan terdakwa Tarmidi.

Pada persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, hakim ketua Minanoer Rachman mencecar Medi seputar kegiatannya di bulan April 2016.

Bulan tersebut adalah waktu dimana Pansor menghilang dan akhirnya ditemukan tewas dalam keadaan terpotong-potong.

Pansor menghilang sejak 15 April 2016. Beberapa hari kemudian tepatnya pada 19 April ditemukan potongan tubuh di Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Setelah melalui rangkaian proses penyelidikan, dipastikan potongan tubuh tersebut adalah Pansor.

Hakim Minanoer menanyakan mengenai kegiatan Medi di awal bulan April.

Rekomendasi Untuk Anda

Medi menjawab menjalani aktivitas seperti biasa yaitu bekerja di Satuan Intelijen dan Keamanan Polresta Bandar Lampung.

Medi bekerja di bagian Intelkam sejak tahun 2012. Medi ditempatkan di unit IV bidang Sosial Budaya.

Hakim Minanoer kemudian bertanya apakah di bulan April Medi pernah bertemu dengan terdakwa Tarmidi di Polresta Bandar Lampung. Medi menjawab pernah dua kali.

Pertemuan pertama menurut Medi sekitar 14-15 April 2016. Ketika itu, tutur dia, Tarmidi datang mengantar saudaranya mau membuat surat izin mengemudi (SIM).

“Saya ketemu dia (Tarmidi). Lalu saya mengarahkan dia untuk buat SIM,” tutur Medi.

Pada saat membuat SIM itu, Medi juga bertemu dengan Tarmidi di kantor kas BRI Polresta Bandar Lampung yang letaknya di samping tempat pembuatan SIM.

Kedatangan Medi ke kantor kas BRI itu, untuk menanyakan mengenai gangguan sms banking.

“Saya waktu itu mau isi pulsa pakai sms banking ternyata tidak bisa karena gangguan. Lalu saya masuk ke kantor kas BRI menanyakan tentang gangguan tersebut,” ucapnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas