Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lima Pelajar SMP 2 Bandung Ditodong di Dalam Angkot, Seorang Terluka

Satu dari lima pelajar SMP 2 Bandung korban penodongan di angkot jurusan Kalapa-Dago di Jalan Ciatel, Bandung, Kamis (17/11/2016), luka di tangan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Lima Pelajar SMP 2 Bandung Ditodong di Dalam Angkot, Seorang Terluka
Warta Kota/Henry Lopulalan
ILUSTRASI - Polisi mengamankan pemuda yang diduga melakukan penodongan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan MH Thamrin, Menteng Jakarta Pusat, Minggu(2/10/2016). Polisi berhasil mengamankan 4 orang terkait tindak pidana penodongan yang dilakukan di tengah-tengah acara Car Free Day setiap Minggu pagi. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Satu dari lima pelajar SMP 2 Bandung korban penodongan di angkot jurusan Kalapa-Dago di Jalan Ciatel, Bandung, Kamis (17/11/2016), luka di tangan. 

Berdasarkan unggahan di media sosial, peristiwa bermula ketika mereka naik angkot tak jauh dari sekolahnya. Seorang penumpang motor masuk ke angkot di perempatan Ciatel.

Dari dalam tasnya, pria tadi mengeluarkan kapak dan menodongkannya ke lima pelajar. Ia memaksa kelima penumpang mengeluarkan uang dan ponselnya.

Bergantian pelajar tadi meloncat keluar. Hanya seorang pelajar yang tertinggal di dalam angkot. Anggota Polsek Regol tengah mengejar pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Regol AKP Nasrudin membenarkan penodongan sekitar pukul 15.00 WIB. Polisi masih menyelidiki kasus ini, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan.

"Berdasarkan keterangan sementara, pelaku diduga berjumlah satu orang," kata Nasrudin kepada Tribun Jabar di Polsek Regol, Jalan Moh Toha, Kota Bandung, Kamis malam.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pelaku tiba-tiba menodong korban dan mengeluarkan kata ancaman," kata Nasrudin.

Seorang pelajar SMP 2 Bandung meloncat keluar di sekitar Jalan Ciatel lantaran panik. Tak berselang lama, beberapa pelajar lainnya ikut meloncat.

"Tersisa beberapa orang, turunnya mereka normal di kawasan toko motor lantaran ada penumpang lain yang naik," sambung Nasrudin.

Berdasarkan keterangan, tidak ada barang berharga yang hilang. Seorang pelajar terluka jari tangannya yang belum diketahui penyebabnya. Korban masih syok.

"Diduga karena senjata tajam. Tapi masih berubah, bisa saja tersangkut besi atau benda lainnya. Sampai malam ini kami masih menyelidiki kasus ini," kata Nasrudin.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas