Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Buaya Pemangsa Sangkuriang Mati, Mang Syarif Pulang Kampung

Mang Syarif bermaksud istirahat sejenak ke kampung halamannya di Desa Bukitlayang Kecamatan Bakam dan perburuan rencananya akan dilanjutkan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Buaya Pemangsa Sangkuriang Mati, Mang Syarif Pulang Kampung
Bangka Pos/Fery Laskari
Buaya yang diduga pemangsa Sangkuriang ditangkap. Warga menontong buaya yang sudah diikat oleh pawang. 

"Kalau siang hari, masih banyak warga (dari berbagai daerah) yang datang melihat buaya di Lapangan Bola Desa Kimak. Namun frekuensi dan jumlah pengunjung, tidak seramai hari pertama penangkapan. Soal pengamanan kerumunan massa, dikawal oleh aggota kita dari Polsek Merawang dan Pol PP Bangka," tambah Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana diwakili Kapolsek Merawang, AKP Fahruddin, dikonfirmasi, Selasa (29/11/2016) malam.

Sebelumnya, Sangkuriang alias Siankuri alias Biel (40), Warga Desa Kimak, tewas diterkam buaya saat sedang menjala ikan dan udang di Sungai Lubuk Bunter Desa Kimak Kecamatan Merawang, Senin malam (14/11) sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat kejadian, korban menjala ikan bersama temannya, Jasimin alias Simin (28), warga Kimak.

Tubuh korban terkaman buaya itu ditemukan hampir seminggu kemudian terdampar di semak belukar, tepi kebun milik Halimah alias Bik Ciew, di Bibir Sungai Lubuk Bunter, Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Bangka, Minggu (20/11) petang.

Kondisi jasad korban saat ditemukan sudah tak utuh lagi. Kedua tangannya sudah hilang. Telapak kaki (pergelangan kaki) sebelah kanan tidak ada lagi (putus), dan ada beberapa luka robek di tubuh korban

Sungai Lubuk Bunter yang merupakan bagian dari sungai Jada Bahrin dan sungai Baturusa selama ini memang dikenal sebagai habitat buaya muara berukuran besar.

Selain buaya, di sungai-sungai tersebut banyak terdapat udang satang berukuran besar dan beraneka ragam ikan.

Rekomendasi Untuk Anda

Warga setempat selama ini tidak merasa aneh lagi jika bertemu dengan buaya yang hidup di sungai tersebut.

Apalagi selama ini jarang terdengar warga setempat mendapat serangan buaya hingga tewasnya Sangkuriang disambar buaya saat sednag mencari udang di sungai tersebut.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas