Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pembunuh Guru SMA di Pontianak Pernah Pacaran Selama Enam dengan Pacar Korban

Saat terjadi dorong mendorong, mantan pacarnya melerai mereka, namun ia terjatuh lalu mengeluarkan pisau lipat dan menusuk korban

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pembunuh Guru SMA di Pontianak Pernah Pacaran Selama Enam dengan Pacar Korban
Tribun Pontianak
Pacar korban menangis histeris di UGD Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (29/11/2016) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK -  Pelaku pembunuhan Ahmad Irwanda (29),  seorang guru SMA Negeri di Pontianak, bernama Dhichy mengaku telah enam tahun berpacaran dengan Rosalina, sebelum akhirnya putus selama enam bulan terakhir.

Ia mengaku, hubungan mereka berdua telah diketahui oleh orangtua masing-masing.

"Orangtua udah saling kenal, saya merasa bertanggungjawab jaga dia. Saya pasrah sudah dengan kejadian ini," ujar Dhichy, mahasiswa asal luar daerah yang bertempat tinggal Jl Danau Sentarum Komplek Sentarum Sejahtera 3 Pontianak.

Dhichy menceritakan, sesaat sebelum kejadian, ia mendatangi kos  mantan pacarnya di Gang Ilham Kota Baru.

Sampai di kost ia melihat mantan pacarnya berduaan dengan seorang lelaki.

Mantannya, Rosalina mengaku bahwa lelaki tersebut merupakan pacarnya.

"Dia bilang itu pacar aku, si cowok berdiri kayak mau nantang nolakkan saya, kami tolak-tolakan," kata Dhichy.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat terjadi dorong mendorong, mantan pacarnya melerai mereka, namun ia terjatuh.

Dhichy kemudian mengambil pisau saat bangun terjadi tarik-tarikan hingga akhirnya ia menusukkan pisau ke tubuh korban

Korban selanjutnya dibawa di RS Mitra Medika, namun meninggal di perjalanan.

Kemudian jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Anton Soedjarwo untuk divisum, Selasa malam.

Selesai visum, jenazah dimasukan kedalam ambulance, dan selanjutnya diantar ke rumah duka di Jalan RE Martadinata Gg Cempaka Indah Rt001/012 Sei Jawi Dalam Pontianak Barat.

Ibu korban, Nuraini (52) menuturkan, jenazah anaknya akan dimakamkan Rabu (30/11/2016).

"Setelah diautopsi di RS Soedarso jam 08.00, selesai itu baru dimakamkan," tuturnya lirih.

Menurut Nuraini, awalnya ia diberi tahu kalau anaknya kecelakaaan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas