Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Rumah di Jalan Nangka Ini Sudah Dua Kali Jadi Lokasi Bunuh Diri

Pelaku bunuh diri, Minggu (4/12/2016) bernama Andri (20), sebagian warga mengetahuinya sudah tidak memiliki ayah, sedangkan sang ibu tidak bersamanya

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Rumah di Jalan Nangka Ini Sudah Dua Kali Jadi Lokasi Bunuh Diri
Bangkapos.com/Subrata
Rumah model lama milik Sumna di Jalan Nangka Kecamatan Damar Belitung Timur ini sudah dua kali terjadi perbuatan bunuh diri. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Subrata

TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Entah karena kebetulan atau karena faktor lain, sudah dua kali terjadi perbuatan bunuh diri di rumah yang sama, di Jalan Nangka, Kecamatan Damar Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Pasca terjadinya perbuatan bunuh diri oleh Andri (20), Minggu (4/12/2016), beberapa tahun yang lalu juga terjadi hal yang sama.

Menurut Sumna, tetangga rumah TKP bunuh diri, sebelum rumah itu dibeli olehnya dari Pak Jali, anak Pak Jali yaitu Yudi juga meninggal akibat perbuatan bunuh diri di bagian belakang rumah.

Aksi bunuh diri  terakhir di rumah itu terjadi di Belitung Timur (Beltim), tepatnya di Jalan Nangka, Desa Sukamandi Kecamatan Damar.

Korban diketahui bernama Andri (20), sebagian warga mengetahuinya sudah tidak memiliki ayah, sedangkan sang ibu tidak bersamanya.

Mengetahui kejadian ini, Kepolisian Resor Beltim yang langsung dipimpin Kapolres AKBP Nono Wardoyo, SIK, MH, langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan oleh TKP.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut informasi warga setempat, Sumna, tetangga TKP, kejadian berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Cucu Sumna sendiri, yaitu Vera, melihat Andri sudah tidak bernyawa tergantung di tengah rumah.

Almarhum Andri kini sudah dibawa ke RSUD Beltim untuk dilakukan visum.

Pria ini nekad bunuh diri  diduga karena merasa dijauhi oleh lingkungan masyarakat di sekitarnya di Damar, Belitung Timur (Beltim).

Di rumah milik Sumna yang masih kerabat keluarganya di Jalan Nangka, Damar tersebut, Andri tinggal sendiri, sudah satu minggu.

Menurut Kepala Desa Sukamandi, Fitrijaya, tidak jauh dari tempatnya meninggal dunia, Andri meninggalkan pesan singkat.

Pesan singkat tersebut kurang lebih bermakna; dirinya sudah tidak tahan terisolasi dari pergaulan masyarakat. Oleh karena itu, akhirnya memutuskan bunuh diri.

"Selain itu, ia juga pesan agar boneka yang juga ada di situ diserahkan kepada anaknya," Kata Fitrijaya.

Sumber: Bangka Pos
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas