Kisah Dr Dea yang Ditodong Pasiennya
Belakangan diketahui pasien dirawat dr Ramadae Lengriana, membawa senjata jenis airsoft gun, pisau dan alat sentrum listrik.
Editor:
Hendra Gunawan
Bidan Yesi meragu dan curiga dengan pasien satu ini. Sebab hingga tiga jam lelaki yang tadi ke toilet tidak juga terlihat.
Bidan Yesi dan dokter Dea memutuskan menutup pintu dokter dan memilih duduk di ruang tunggu depan. Lantaran khawatir Dea menghubungi RW setempat.
Todongkan Airsoft Gun
Setelah pihak RW datang dan dibantu beberapa orang warga, pria berbadan besar dan tegap itu kembali dipanggil, tapi tetap tidak ada jawaban.
Guna memastikan keberadaan lelaki tersebut dokter Dea dan RW dan beberapa warga berinisiatif naik ke lantai dua klinik.
Mereka mencari pria tersebut.
Akhirnya mereka menemukan pria tadi tengah duduk selonjor di sebuah tangga dekat kamar mandi.
Saat didekati pria tersebut mengaku sesak nafas.
Pria tersebut lalu diminta ke lantai bawah untuk diperiksa.
Dokter Dea sadar orang yang ditolongnya membahayakan karena membawa alat sentrum dan gagang airsoft gun terselip di pinggang.
Lantaran mengkhawatirkan kondisi pria tersebut dokter Dea memberanikan diri dan meminta lelaki tersebut berbaring di ruangan pemeriksaan.
Syukurnya saat pemeriksaan dokter Dea didampingi RW dan beberapa warga di dalam ruangan.
Saat tengah memeriksa pihak RW mendapati alat sentrum milik lelaki tersebut.
Saat dipertanyakan lelaki itu memberikan jawaban yang tidak jelas.
Warga lantas menanya identitasnya tapi pria ini marah dan langsung menodongkan airsoft gun.
Spontan dokter Dea menghindar dan bersembunyi di bawah meja. Semua orang di ruangan tegang dan diliputi ketakutan.
Di antara mereka tidak ada yang mengetahui senjata yang ditodongkan pria misterius itu asli atau tidak.