Residivis Curanmor ini Mengaku Mantan Karyawan Bank dan Atlet
tersangka Dicky menawarkan sepeda motor hasil curiannya dengan mempostingkan penawarannya, dari akun pribadinya ke sebuah grup Facebook.
Penulis:
Tito Ramadhani
Editor:
Sugiyarto
"Kuncinya cocok, tahu saya. Tapi ndak juga saya yang ambil, kadang-kadang kuncinya dol, kalau ndak bisa ndak jadi diambil. "
"16 sepeda motor itu kuncinya dol. Ada yang kunci stang juga, tapi bisa dibuka, saya pakai kunci itu juga, kunci biasa," jelasnya.
Ia mengaku, sebelum menjadi pencuri sepeda motor, ia bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia selama sekitar empat bulan.
"Saya belajar mencuri di sini, belajar dengan bapak. Sebelum jadi TKI saya kerja Bank BRI bagian CS, saya kerja empat bulan. Berhenti karena ada kasus bapak ngambil sepeda motor di Jalan Karet," ungkapnya.
Saat bapaknya mencuri sepeda motor itu menurutnya ia ikut terlibat, karena saat itu memang sedang jalan menggunakan sepeda motor bersama bapaknya.
Keduanya melihat ada satu sepeda motor yang terparkir dengan kunci masih menempel di kontak.
"Saya lagi jalan sama bapak, ada motor kuncinya masih melekat, jadi bapak saya ambil, jadi saya bantu bapak jadinya. Saya juga atlet, atlet Badminton, prestasinya juara gitu saja."
"Tapi ndak sampai nasional ataupun provinsi. Saya atlet di Kota, nama saya tercatat sebagai atlet," sambungnya.
Baca tanpa iklan