Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Wanita Lumpuh dan Bisu yang Selamat Dari Kebakaran Hebat

Ni Nyoman Puspa mengatakan, kebakaran terjadi siang hari saat semuanya istirahat di rumah sebelah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Kisah Wanita Lumpuh dan Bisu yang Selamat Dari Kebakaran Hebat
Rizal Fanani/Tribun Bali
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, AMLAPURA – Ni Nengah Kobek (41) termenung usai dapur dan kamarnya terbakar di lahap si Jago Merah, di Banjar Pesangkan, Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, Kamis (22/12) sekitar pukul 11.30 wita.

Wanita lumpuh ini selamat dari kebakaran usai terjebak di dalam kamar selama 10 menit.

Saat kebakaran Kobek pasrah, dan memilih tidur dalam kamar lantaran tidak bisa jalan dan berbicara.

Kobek sapaannya dievakuasi ibunya, Ni Nyoman Puspa, sekitar pukul 11.40 wita.

Ketika evakuasi Kobek digendong dan dibawa ke rumah sebelah.

Usai evakuasi wanita berambut pendek ditenangkan keluarga.

Ni Nyoman Puspa mengatakan, kebakaran terjadi siang hari saat semuanya istirahat di rumah sebelah. Wanita penjualan sok – sokan mengetahui setelah kilometer listrik mati. Sesampai diluar api sudah berkobar di atas kamar dan dapur. Sempat teriak tapi tak ada respon.

Rekomendasi Untuk Anda

“Karena tak ada orang, saya langsung masuk ke dalam selamatkan Kobek. Dia terjebak di dalam kamar karena tak bisa bicara dan jalan. Ia lumpuh permenen sejak kecil karena derita penyakit polio. Mungkin dia terjebak di dalam kamar sekitar 10 menitan,” jelas Nyoman Puspa.

Kobek hanya alami syok. Luka bakar dibadannya tak ada sedikit pun.

Wanita perawakan kurus ini kini sudah mulai tenang.

Sedangkan perabotan rumah, pakaian, dan barang dagangan berupa sok – sokan milik Puspa hangus. Atap dan rumah ukuran 7x5 meter alami rusak parah.

“Uang bisa dicari. Yang penting Kobek selamat. Saat kejadian badan tiba – tiba lemas. Khawatir terjadi apa – apa dengan Nengah Kobek. Setiap ada bencana yang di evakuasi pertama pasti Kobek,”kata Puspa sembari menghitung jumlah kerugian yang diprediksi capai sekitar Rp 30 juta.

Beberapa menit setelah evakuasi, warga datang untuk padamkan api.

Api bisa dipadamkan warga sekitar pukul 12.15 wita.

Setelah padam, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dibantu BPBD Karangasem melakukan pendinginan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas