Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tiga Warga Peru Bobol ATM di Sidoarjo dan Bali, Rp 388 Juta Berhasil Digondol

Polresta Sidoarjo mengamankan tiga warga negara asing (WNA) asal Peru karena melakukan pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) di sebuah minimarket

Editor: Sugiyarto
zoom-in Tiga Warga Peru Bobol ATM di Sidoarjo dan Bali, Rp 388 Juta Berhasil Digondol
Banjarmasin Post/Faturahman
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Belum ada seminggu penangkapan tenaga kerja asing (TKA) ilegal dari China di Krian, Sidoarjo.

Kini, Polresta Sidoarjo mengamankan tiga warga negara asing (WNA) asal Peru karena melakukan pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) di sebuah minimarket, juga di Krian.

Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Anwar Nasir, saat rilis gelar perkara, Senin (2/1/2017), mengatakan ketiga WNA Peru itu bernama Jose William Salazar (37), Roberto Luque Castro de La Cuba(34), dan Franho (29).

"Ketiga tersangka ini membobol mesin ATM di sebuah minimarket di Desa Sidorejo, Krian, pada 18 Desember lalu. Tak tanggung-tanggung, dua mesin ATM dibobol ketiga tersangka ini," kata Anwar.

Anwar menuturkan uang sekitar Rp 388 juta berhasil digasak dari mesin ATM milik Bank Mandiri dan BCA tersebut. Anwar menyatakan ketiganya terbilang profesional ketika membobol kedua ATM ini.

Dijelaskan, sebelum beraksi, ketiga warga Peru ini melakukan survey lokasi selama beberapa hari.

Survey ini dilakukan untuk mencari titik blindspot kamera CCTV (posisi yang tak terekam kamera).

Rekomendasi Untuk Anda

Ketiganya masuk melalui pintu depan yang telah dijebol terlebih dahulu. Ketika sudah masuk, ketiganya langsung mencari posisi di blindspot tadi dan menghalangi rekaman kamera dengan cara menutupnya pakai lakban.

"Untuk menghindari kamera di mesin ATM, pelaku membongkar mesin ATM dari bawah. Kemudian mesin ATM tersebut dipotong dengan cara dilas," sambungnya.

Anwar mengungkapkan koleganya di Polresta Denpasar juga pernah mendapatkan kasus serupa, mesin ATM dibobol menggunakan las.

Setelah mempelajari dan mengaitkan dengan kasus di Krian, ternyata ada kesamaan modus operandi.

"Kasus yang di Bali, ketiga tersangka sempat terekam kamera. Dari sini kami lakukan profiling (mencari tersangka berdasarkan kesamaan kultur, ras, dan lainnya), dan akhirnya mendeteksi pelaku berada di Jakarta," ungkapnya.

Jose dan Roberto ditangkap di sebuah penginapan di wilayah Jakarta Pusat, 31 Desember 2016.

Uang hasil pembobolan tersebut ditukarkan ke dalam Dollar Amerika.

"Untuk menghilangkan jejak, ditukarkan jadi Dollar AS," ujar Anwar.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas