Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dewa Ary Akhirnya Meninggal Dunia Tiga Jam Setelah Ditikam Istrinya

Dewa Ngangkan Maari Setya Laksa (40) yang akrab disapa Ary (sebelumnya disebut Laksa) yang dirawat di RSUP Sanglah akhirnya meninggal dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Dewa Ary Akhirnya Meninggal Dunia Tiga Jam Setelah Ditikam Istrinya
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Dewa Ngangkan Maari Setya Laksa (40) bersimbah darah ketika tiba di RSUP Sanglah, Selasa (3/1/2017). TRIBUN BALI/MUHAMMAD FREDEY MERCURY 

Nah, Emi Subiatini (39) disebut melihat isi percakapan dalam ponsel Ary dengan seorang wanita pada ponsel korban yang tertinggal di rumahnya Jalan Pulau Moyo Denpasar.

Dari kejadian itu, istri korban kemudian menghubungi korban sambil marah-marah.

Bahkan setelah itu, si istri disebut mengambil pisau dan berniat untuk bunuh diri.

Tak berselang lama setelah itu, datanglah korban.

"Setelah itu mereka ribut," kata kerabat korban yang enggan disebutkan namanya, Rabu kemarin.

Saat ribut itulah, korban terkena tusukan pisau yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Terkait informasi dugaan kasus asmara hingga tertusuk karena berebut pisau, sejumlah kerabat korban saat ditemui di RSUP Sanglah tidak bisa dimintai keterangannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka menolak saat diwawancarai Tribun Bali mengani kasus tersebut.

Terkait dengan informasi jika Emy hendak bunuh diri dibantah oleh Emy.

Dewa Ngakan Maari Setya Laksa
Dewa Ngakan Maari Setya Laksa

Kepada dokter Emy mengatakan bahwa luka di tangan kirinya merupakan perlawanan untuk merebut pisau yang dibawa suaminya.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Bangkit Dananjaya sebelumnya mengatakan, pihaknya masih mencari motif tertusuknya korban.

"Kasus penusukan masih dalam proses sidik lebih lanjut," katanya.

Berdasarkan penuturan kerabat korban, Dewa Ngangkan Maari Setya Laksa, akan dimakamkan hari Kamis hari ini.

Korban meninggalkan empat orang anak, anak pertamanya sudah duduk di bangku kuliah.

Nomor dua SMK, yang terakhir masih SD dan TK.

Pantauan di rumah duka, jenazah korban tiba sekitar pukul 22.55 Wita dengan diantar mobil pribadi.

Puluhan tetangga korban terlihat berdatangan begitu jenazah dimasukkan ke dalam rumah.

Sejumlah kerabat tidak mau memberikan keterangannya terkait kasus ini. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas