Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Bangka Selatan Undang Pawang Atasi Teror Buaya

"Kita sudah sepakat akan memanggil pawang buaya dari Sungai Selan akan kita jemput, karena bupati meminta saya agar bisa menyelesaikan masalah buaya i

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pemerintah Bangka Selatan Undang Pawang Atasi Teror Buaya
Bangkapos
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Plt Sekda Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Suwandi melakukan pertemuan dengan pihak desa dimana tempat buaya yang pernah memangsa warga Toboali beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut menghasilkan keputusan bahwa pihak pemda akan mendatangkan pawang buaya dari wilayah Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tenagah (Bateng), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

"Kita sudah sepakat akan memanggil pawang buaya dari Sungai Selan akan kita jemput, karena bupati meminta saya agar bisa menyelesaikan masalah buaya ini," jelas Suwandi kepada bangkapos.com, Senin (9/1/2017)

Ketika pertemuan berlangsung Suwandi memerintahkan Camat Toboali Jusvinar agar segera menghubungi nomer telpon pawang yang dimaksud.

Baca: Buaya Mengganas dan Mitos Masyarakat di Pulau Bangka

"Kita datangkan pawang buaya, untuk mengatasi keberadan buaya yang saat ini ada di laut Toboali dan sekitarnya, besok camat akan membawanya," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun saat proses penangkapannya masyarakat tidak akan diberi tahu.

"Tetapi apabila telah tertangkap baru kita kasih tahu kepada masyarakat, ini tujuanya agar buaya tidak lari, karena melihat warga yang banyak nantinya,"ucapnya

Suwandi menambahkan bahwa beberapa hari ini, pihak pemerintah terus berusaha menyelesaikan permasalahan buaya yang berkeliaran di perairan Toboali.

Ia meyakini bahwa saat ini para nelayan udang sungkur sedang resah dengan keberadaanya.

"Pemerintah tidak tinggal diam, kita mencari solusinya, terutama menangkap buaya yang ganas ini, karena nelayan sungkur sudah banyak terganggu,"jelasnya

Suwandi meyakini bahwa penyebab, Buaya yang berada di laut Toboali Karena habitatnya di sungai di ganggu oleh manusia, sehingga ia liar dan lari ke laut.

"Habitat mereka terganggu sehingga ia kelaut, ada tiga yang menjadi tempat keberadan buaya ini di laut Kampung padang, Dusun Mempunai, dan di laut gusung dan sekitarnya,"ucapnya.

Dengan upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah Suwandi mengharapkan dukungan dan doa agar permasalahan buaya yang berada di laut Toboali segera terselesaikan.

Sumber: Bangka Pos
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas