Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Warga Tiongkok Jadi Buruh Toko Bangunan Mengaku Anak Pemilik Pabrik Baja di Surabaya

Dua warga negara Tiongkok yang diamankan Tim Pengawasan Orang Asing Kabupaten Lamongan mengaku sebagai anak pemilik pabrik baja di Surabaya.

Editor: Y Gustaman
zoom-in Warga Tiongkok Jadi Buruh Toko Bangunan Mengaku Anak Pemilik Pabrik Baja di Surabaya
Surya/Hanif Manshuri
Dua warga negara Tiongkok, Weng Fei (31)dan Chen Jia (33), tiba ke Indonesia sebagai turis. Belakangan ketahuan bekerja sebagai buruh toko bangunan di Lamongan. Ia diamankan Tim Pengawas Orang Asing Lamongan karena tak melengkapi dokumen resmi sebagai pekerja, Rabu (11/1/2017). SURYA/HANIF MANSHURI 

Laporan Wartawan Surya, Hanif Manshuri

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Dua warga negara Tiongkok yang diamankan Tim Pengawasan Orang Asing Kabupaten Lamongan mengaku sebagai anak pemilik pabrik baja di Surabaya.

Timpora mengamankan Weng Fei (31) dan Chen Jia (33), Rabu (11/1/2017). Keduanya datang melancong ke Indonesia menggunakan paspor wisata selama 30 hari.

"Weng Fei sudah bekerja dan menjual besi selama tiga bulan," Kepala Kesbangpol Kabupaten Lamongan, Sudjito, menjelaskan kepada Surya.

Sedangkan Chen Jia baru sekitar 10 hari di Lamongan sejak awal Januari 2017 ini. Mereka berdua tidak memiliki dokumen resmi tenaga kerja dan hanya memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara (KITS).

Baca: Datang sebagai Turis, Dua Warga Tiongkok Malah Jadi Buruh Toko Bangunan

"Karena tak bisa menunjukkan dokumen resmi, maka kita amankan keduanya yang tanpa punya keahlian ini. Selanjutnya dibawa ke Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya," ia menegaskan.

Pengamanan dua warga negara Tiongkok ini, tambah Sudjito, berawal adanya laporan dari masyarakat yang menjumpai dua warga Tiongkok bekerja sebagai buruh toko bangunan.

BERITA TERKAIT

"Laporan itu langsung kita tindaklanjuti dengan mendatangi yang bersangkutan di tempat usaha mereka, di mana kedua tenaga kerja asing ini menyewa gudang di Desa Sidomukti," beber dia.

Keduanya mengaku dibawa ke Kabupaten Lamongan oleh seseorang bernama Rudi, yang menurut informasi adalah orang kepercayaan ayah dari salah satu orang yang diamankan.

"Dia buka usaha di Lamongan, difasilitasi oleh Pak Rudi, yang menurut pengakuanya suruhan pemilik pabrik besi," tegas Sudjito.

Diamankannya dua warga asing tanpa dokumen resmi bekerja ini menambah daftar panjang tenaga kerja asing ilegal yang diamankan Timpora Kabupaten Lamongan selama ini.

Hampir setiap pekan Timpora yang terdiri dari Kesbangpol, Kodim, Polres dan Kejaksaan menemukan  tenaga kerja asing ilegal, tragisnya mereka tidak memiliki keahlian.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas