Tribun

Saudara Satpam Tersangka Pembunuh Rafika Mengaku Diminta Polisi Bujuk Saleh Mengaku

Keluarga Saleh, terduga pelaku pembunuh Rafika menyatakan tidak yakin jika Saleh melakukan pembunuhan.

Editor: Robertus Rimawan
Saudara Satpam Tersangka Pembunuh Rafika Mengaku Diminta Polisi Bujuk Saleh Mengaku
DOK PRIBADI/HIMAX/HAND OVER
Saleh (kanan), personel satuan pengamanan kompleks perumahan Yusuf Bauty Garden, Jl Yusuf Bauty, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi tersangka kasus pembunuhan Rafika Hasanuddin (21). Dia mengaku nekat menghabisi nyawa gadis calon apoteker itu karena ingin mencuri phablet merek Himax M1 Y13 sehrga Rp 1,5 jutaan milik korban. Rafika ditemukan tewas di rumahnya di perumahan Yusuf Bauty Garden, Senin (16/1/2017), malam. Pertama kali dilaporkan tersangka. 

TRIBUNNEWS.COM, BINAMU - Keluarga Saleh, terduga pelaku pembunuh Rafika di Perumahan Yusuf Bauty, Kecamatan Somba Opu, Gowa, akhir pekan lalu, menyatakan tidak yakin jika Saleh melakukan pembunuhan.

Hal itu diungkap adik Saleh, Nursiah (28), saat ditemui di rumah orang tua Saleh di Kampung Lembang Loe, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (21/01/2017) pagi.

"Kita sekeluarga tidak yakin kalau Saleh yang melakukan itu, karena baik orangnya, kita 8 bersaudara tidak pernah terlibat cekcok, "kata Nursiah.

Muslimin Emba/tribunjeneponto.com
Nursiah, adik Saleh, mengangis saat menceritakan kebaikan kakaknya yang dijadikan tersangka pembunuh Rafika saat ditemui di rumahnya, Kampung Lembang Loe, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sabtu (21/1/17) pagi.
Muslimin Emba/tribunjeneponto.com - Nursiah, adik Saleh, mengangis saat menceritakan kebaikan kakaknya yang dijadikan tersangka pembunuh Rafika saat ditemui di rumahnya, Kampung Lembang Loe, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sabtu (21/1/17) pagi.

Saleh yang dikenal humoris, menurut Nursiah tidak pernah terlibat cekcok atau pertengkaran dengan kerabat atau tetangganya.

"Orang suka bercanda kasihan, sering ngumpul-ngumpul sama keluarga, tetangga, tanya'mi semua satu Lembang Loe ini kalau ada cerita jeleknya (Saleh)," ujar Nursiah.

Sementara kakak Saleh yang saat ini berada di Gowa, Ramli, melalui sambungan telepon mengaku mencium adanya keganjilan dalam penetapan Saleh sebagai tersangka.

"Sebenarnya kami dari pihak keluarga tidak terima, ada keganjilan, kenapa disiksa dulu sedemikian rupa baru dipaksa mengaku," kata Ramli.

Menurutnya, ada kesan Saleh dipaksakan untuk dijadikan tersangka dalam kasus yang merenggut nyawa calon apoteker itu.

"Saya sendiri dipanggil oleh pihak reserse Polda Sulsel itu hari untuk membujuk Saleh (mengaku), tapi saya tidak sanggup lihat adikku disiksa seperti itu, jadi saya tidak sempat bicara," kata Ramli yang dari balik telepon terdengar menangis saat bicara dengan Tribunjeneponto.com (Tribunnews Network).

"Jadi saya panggil mi saudaraku yang lain, Kahar namanya, untuk ketemu Saleh. Kahar bilang ke Saleh, kalau memang kamu pelakunya akui'mi, tapi kalau bukan kamu pelakunya, jangan mengaku, biar diapa'iko," ujar Ramli mengutip penjelasan Kahar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas