Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

98,6 Persen Brigadir Medi Berbohong terkait Kematian Anggota DPRD Pansor

Nurkolis mengungkapkan, bahwa Medi terindikasi berbohong saat ditanyakan mengenai kasus mutilasi Pansor.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 98,6 Persen Brigadir Medi Berbohong terkait Kematian Anggota DPRD Pansor
Tribun Lampung/Wakos Gautama
Sidang mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (28/2/2017). TRIBUN LAMPUNG/WAKOS REZA GAUTAMA 

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Wakos Gautama

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Sidang mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (28/2/2017).

Pada sidang dengan terdakwa Brigadir Medi Andika ini, penuntut umum menghadirkan saksi ahli di bidang poligraf.

Saksi ahli tersebut adalah Komisaris Nurkolis, anggota Bareskrim Polri.

Dalam kesaksiannya, Nurkolis mengungkapkan, bahwa Medi terindikasi berbohong saat ditanyakan mengenai kasus mutilasi Pansor.

"Kesimpulannya, Medi terindikasi berbohong 98,6 persen," ujar dia.

Kesimpulan tersebut didapat setelah Nurkolis memeriksa Medi menggunakan poligraf.

Rekomendasi Untuk Anda

Poligraf adalah alat yang dipasang di tubuh seseorang yang tujuannya untuk mengetahui apakah jawaban seseorang terhadap suatu pertanyaan jujur atau berbohong.

Nurkolis mengatakan, tim memasang empat sensor di tubuh Medi yaitu di dada, perut, lengan kiri dan di jari-jari. Sensor ini dipasang untuk mengetahui perubahan pada pernafasan, detak jantung dan tekanan kulit.

Setelah dipasang empat sensor, Nurkolis mengajukan 11 pertanyaan terhadap Medi.

Dari 11 pertanyaan, tiga pertanyaan adalah mengenai kasus mutilasi dan delapan pertanyaan lainnya tidak terkait kasus tersebut.

Tiga pertanyaan yang diajukan kepada Medi adalah apakah mengetahui siapa yang menyebabkan Pansor meninggal dunia.

Pertanyaan kedua adalah apakah kamu (Medi) yang menyebabkan Pansor meninggal dunia.

Pertanyaan ketiga yang diajukan adalah apakah kamu (Medi) terlibat dalam kasus meninggalnya Pansor.

Baca: TKI Taiwan Asal Ngawi Tewas Terjatuh di Kamar Mandi

Dari ketiga pertanyaan itu, Medi menjawab semua pertanyaan dengan jawaban tidak. Jawaban Medi lalu dianalisa sembilan kali menggunakan alat poligraf.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas